Buntut Perubahan Tarif BBM, Harga Telur di Pasar Remu Sorong Ikut Naik

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh daerah termasuk Kota Sorong, Papua Barat, kini merembet ke komoditas lain seperti telur di pasaran.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Harga telur Surabaya naik di Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh daerah termasuk Kota Sorong, Papua Barat, kini merembet ke komoditas lain seperti telur di pasaran.

Seorang pedagang telur di Pasar Remu Kota Sorong, Fitri (19) mengatakan, setelah BBM naik kini harga telur pun ikut menyesuaikan.

"Untuk harga telur dari Surabaya sudah naik menjadi Rp 65.000 per rak," ujar Fitri, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Buntut Harga Baru BBM, Kini Minyak Eceran di Sorong Naik 2 Kali Lipat

Sebelumnya, pihaknya menjual telur dari Surabaya seharga Rp 60.000 per rak.

"Kenaikan ini sudah terjadi dua hari kemarin, pas ada pengumuman BBM naik," tuturnya.

Sementara, untuk telur lokal hingga saat ini harganya masih stabil sekira Rp 65.000 per rak.

Ia memperkirakan, jika BBM masih tetap, maka otomatis harga komoditas telur ikut naik.

"Kalau BBM naik ya bisa saja telur di pasaran pun ikut mahal," jelas Fitri.

Wanita asal Makassar itu berujar, kini stok telurnya telah dalam proses pengiriman, jika biaya pengiriman besar maka otomatis harga pun naik.

Ia berharap, persoalan BBM harus bisa segera dicari alternatif, sehingga tidak berefek ke komoditas lain termasuk telur dari Surabaya atau luar.(*)

Berita terkait lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved