Berita Kota Sorong

Misa Minggu Biasa XXV, Umat Paroki Diajak Mengabdi Pada Allah Berbuat Baik kepada Sesama

Misa Minggu Biasa XXV, Umat Paroki Diajak Mengabdi Pada Allah Berbuat Baik kepada Sesama, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
ALLAH - Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Kota Sorong, Papua Barat berpesan pada umat untuk mengabdi pada Allah dan tidak melihat harta benda sebagai tujuan hidup. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Umat Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Kota Sorong mengikuti misa hari minggu biasa ke XXV bertempat di Gereja.

Misa itu dipimin langsung oleh Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu Pater Faris Ohoilean, SVD, Minggu (18/9/2022).

Perayaan ekaristi di mulai pukul 08.30 WIT dengan menerapakan protokol kesehatan Covid-19.

Pastor Paroki Pater Faris Ohoilean dalam kotbahnya menyampaikan, tema hari Minggu XXV adalah 'mengabdi Allah dalam perkara-perkara kecil.

Baca juga: Kisah Ronald Mambeu, Gagas Kesatria Parlemen Jalanan di Tanah Papua, Tampung Aspirasi Rakyat

Baca juga: Pasar Kopi Papua Makin Luas, Dosen Unipa Yusuf Sawaki Promosikan Sasha Hingga ke Surabaya

"Hari ini gereja Katholik merayakan hari Minggu biasa ke-25 dalam tahun liturgi Gereja," kata Pater kepada TribunPapuaBarat.com.

Pater bilang, melalui tema itu, umat beriman diajak setia pada semua tugas dan kepercayaan yang sedang diemban.

Bacaan-bacaan yang menggambarkan kepada umat bahwa orang lebih harus mementingkan kejujuran dengan segala sikap baiknya.

"Sungguh menuntun kita pada lepas bebas dari segala keuntungan harta benda duniawi," ungkap Pater asal Kepulauan Kei Maluku Tenggara.

Pastor tahbisan SVD itu berujar, baiknya semua umat beriman menyikapi bacaan-bacaan Minggu ini sebagai pedoman kehidupan.

Boleh menjalankan dengan setia dan tekun, dalam menjalankan segala tugas dan kepercayaan yang telah diberikan.

"Melalui perayaan ekaristi ini, anda-anda yang berprofesi sebagai pedagang berjual dengan baik untuk kemanusiaan," ujarnya.

Baca juga: Pesona Pulau Wayag di Raja Ampat, Wisata Papua Barat yang Suguhkan Laguna Indah Warna Toska

Baca juga: Pangdam Kasuari Nyanyi di Konser Musik Tradisional, Bawakan Lagu Papua Surga yang Tersembunyi

Menurut dia, bacaan Injil Lukas yang kita dengarkan hari ini mengajak kita untuk tidak melihat harta benda sebagai tujuan hidup.

Dan, bukan sarana pengganti Allah membuat orang hilang keselamatan. Sebaliknya harta benda menjadi sarana orang mengabdi Allah untuk keselamatan.

"Kalau pertahanan kamu sudah teguh, harta benda Jagan jadi tujuan hidup. Lalu dalam berjualan buatlah hal baik," katanya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved