Rapat Koordinasi Regsosek, Kadis Sosial Kota Sorong Beberkan Data Siluman

"Banyak masyarakat yang sudah tidak berdomisili di Kota Sorong, tapi masih terdaftar sebagai penerima bantuan," katanya kepadanhya.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
ATA SILUMAN: Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Fauzi Fattah mengungkap data siluman yang ditemukan saat pembagian berbagai bantuan sosial baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun dari Kota Sorong. 

Laporan Waratawan TribunPapuaBarat.com Petrus Bolly Lamak

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG- Dalam rapat koordinasi Kota Sorong terkait pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek), terkuak sejumlah data siluman warga.

Kepala Dinas Sosial Kota Sorong, Fauzi Fattah, mengatakan data siluman itu ditemukan saat menerima berbagai bantuan sosial baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun dari Kota Sorong.

"Banyak masyarakat yang sudah tidak berdomisili di Kota Sorong, tapi masih terdaftar sebagai penerima bantuan," katanya kepada Tribunpapuabarat.com, Rabu (21/9/2022).

Ia meminta kerja sama semua pihak lewat program Badan Pusat Statistik (BPS) agar Kota Sorong memiliki data yang valid.

Untuk bantuan pangan non tunai (BPNT) di kantor pos, ucapnya, banyak sekali yang tidak terdaftar.

Baca juga: Dugaan Pegawai Siluman, KPK akan Data ASN, CPNS, Honorer dan P3K Papua Barat

Karena itu Dinas Sosila menyiapkan petugas di kantor pos untuk mendaftar warga yang datanya tidak masuk.

"Ini permasalahan yang kami temukan di lapangan. Perlu adanya pendataan ini agar kita memiliki data yang akurat," kata Fauzi Fattah.

Ia berujar, baru-baru ini Kementerian Sosial juga menghilangkan 5.000 data keluarga penerima harapan (KPM).

Hal itu setelah dicek, ternyata banyak data kependudukan warga Kota Sorong yang tertulis status pekerjaan swasta.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved