Suporter Persis Solo, PSS Sleman dan PSIM Jogja Akhiri Rivalitas Panas, Ini Kata Kaesang

Suporter Persis Solo turut menggaungkan perdamaian untuk mengakhiri rivalitas panas di pentas sepak bola.

TribunSolo.com / Persis Solo Official
Spanduk 'Stay Strong Sleman Fans' terbentang di tribun timur saat laga Persis Solo vs PSIS Semarang di Stadion Manahan, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Suporter Persis Solo turut menggaungkan perdamaian untuk mengakhiri rivalitas panas di pentas sepak bola.

Rivalitas panas yang melibatkan tiga klub dengan basis suporter yang besar asal DIY- Jawa Tengah, yakni PSIM Jogja, PSS Sleman serta Persis Solo.

Suporter PSIM, PSS dan Persis Solo membuktikan dapat damai berdampingan, mengenakan atribut klub kebanggaannya masing-masing saat menghadiri doa bersama untuk tragedi Kanjuruhan di Monumen Juang 45, Kelurahan Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Senin (3/10/2022) malam.

Kaesang Pangarep, Direktur Utama Persis Solo juga menyuarakan semangat yang sama, yakni agar Mataram tidak lagi red atau blue namun Mataram yang cinta damai alias Mataram is Love.

Baca juga: Persis Solo dan Suporter Gelar Doa untuk Korban di Kanjuruhan: Tak Ada Nyawa yang Sebanding Apapun

Langkah ini juga wujud belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) yang menelan korban jiwa.

Berdasarkan rilis resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang diverifikasi pihak Polri hingga Minggu (2/10/2022) malam, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 125 orang.

"Udah gak usah ada lagi Mataram is red Mataram is blue. Yang bener cuma Mataram cinta damai," cuit Kaesang dalam akun Twitter miliknya, Senin (3/10/2022).

Dalam cuitan selanjutnya, Kaesang mengungkapkan bahwa akhir tahun ini ia akan mengakhiri masa lajang dengan seorang wanita asal DIY.

"Aku akhir tahun nikah sama orang DIY. Nah ini giliran kalian @persisofficial @PSIMJOGJA untuk melakukan perubahan kecil di dunia persuporteran, Mataram Is Love," ungkap Kaesang.

Ia pun menegaskan bukan berniat untuk pansos alias panjang sosial.

"Ngapain pansos? Saya gak butuh orang tau saya. Saya cuma butuh kedamaian," cuit Kaesang, merespon tudingan pansos yang diarahkan pada dirinya.

Mural Mataram Is Love terpajang di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta.
Mural Mataram Is Love terpajang di Jalan Kolonel Sugiyono, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. (Istimewa)

Wadah suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti merespon positif cuitan dari Kaesang yang menyerukan ajakan damai, mengakhiri rivalitas yang kelewat batas.

"Monggo mas kaesang kita jajan sate klathak bareng dulu sebelum acara pernikahannyaaa #MataramIsLove," cuit akun resmi Brajamusti.

 
Rivalitas panas antara Persis Solo dan PSIM Jogja memang sudah berlangsung cukup lama dalam balutan laga bertajuk Derby Mataram.

Rivalitas dua klub di tanah Mataram sudah terjadi begitu panjang penuh dengan gengsi dan friksi tiap laga.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved