Nelayan di Manokwari Kesulitan Bahan Bakar, SPBN Diduga Jual BBM Bukan Hanya ke Nelayan

Ketua Koperasi Goropa Merah, Imenus Wanggai, mengatakan kelangkaan itu akibat distribusi BBM di SPBN tidak tepat sasaran.

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Infak Insaswar Mayor
Ketua Koperasi Goropa Merah, Imenus Wanggai, saat diwawancara mengenai penyebab kelangkaan BBM yang dialami nelayan di kantor DPR Manokwari, Jumat (7/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejumlah nelayan di Kabupaten Manokwari kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), Jumat (7/10/2022).

Ketua Koperasi Goropa Merah, Imenus Wanggai, mengatakan kelangkaan itu akibat distribusi BBM di SPBN tidak tepat sasaran.

"Penjualan BBM juga ke yang bukan nelayan," kata Imenus Wanggai saat diwawancara awak media.

Menurutnya, SPBN ditangani satu koperasi nelayan di Manokwari yang kurang profesional.

Meskipun syarat pembelian BBM harus menggunakan kartu pengenal nelayan, ucapnya, SPBN itu masih ada saja melayani oknum yang bukan nelayan.

Baca juga: Nelayan Manokwari Tidak Persoalkan BBM Naik Asalkan tak Sulit Beli Minyak untuk Melaut

Kuota BBM untuk para nelayan sudah cukup besar dari Pertamina. Bahkan, ucapnya, Pertamina siap menambah suplai jika ada permintaan dari para nelayan.

Ia berharap, untuk sementara, distribusi BBM untuk nelayan dikembalikan ke SPBU sambil menunggu pendataan ulang nelayan.

Setiap nelayan akan diberikan nomor baik dari kartu anggota nelayan, perahu, dan jeriken yang digunakan untuk melaut.

Menurut Imenus Wanggai, aspirasi itu sudah disampaikan kepada Wakil Ketua DPR Manokwari, Bons Rumbruren, dan Ketua Komisi B, Romer Tapilatu.

Diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mencabut izin usaha koperasi penanggung jawab SPBN yang melanggar.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved