Berita Papua Barat

Wakil Ketua IV DPR Papua Barat Cartenz Inigo Janji Optimalkan Implementasi Otonomi Khusus

Cartenz Inigo mengatakan pemerintah daerah masih mencari formula yang efektif agar dana Otsus pendidikan dan kesehatan tepat sasaran.

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
KOMITMEN - Wakil Ketua IV DPR Papua Barat, Cartenz Inigo Ortez Malibela, saat ditemui awak media di Manokwari, Jumat (14/10/2022). Setelah resmi dilantik, ia bertekad mengoptimalkan implementasi Otsus di Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Wakil Ketua IV dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Cartenz Inigo Ortez Malibela bertekad untuk menyukseskan implementasi Otsus pada empat sektor.

Sektor-sektor itu adalah pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan pembangunan infrastruktur.

"Undang-undang Otsus yang baru direvisi itu harus kita sukseskan implementasinya," kata Cartenz Inigo Ortez Malibela saat ditemui awak media di Manokwari, Jumat (14/10/2022).

Menurutnya, hal demi kesejahteraan masyarakat asli Papua.

Ia mengakui bahwa, kualitas layanan dasar di antaranya pendidikan dan kesehatan belum maksimal.

Kondisi itu tergambar dari banyaknya anak-anak asli Papua yang tidak melanjutkan sekolah.

"Kami dan eksekutif sudah bahas masalah pendidikan," kata Cartenz Malibela.

Baca juga: Cartenz Inigo Dilantik Jadi Wakil Ketua IV DPR Papua Barat

Masalah pendidikan, ucapnya, sangat krusial dan telah mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Beberapa waktu lalu, sudah dirumuskan rancangan peraturan daerah provinsi (Ranperdasi) tentang penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Papua.

Produk hukum daerah tersebut masih diharmonisasikan di tingkat kementerian dan lembaga terkait.

"Itu satu di antara instrumen yang dipakai untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan," kata Cartenz Inigo Ortez Malibela.

Menurut dia, pendidikan dan kesehatan mendapatkan porsi yang eksplisit dalam alokasi dana Otsus.

Baca juga: Realisasi Dana Otsus Papua Barat hingga Agustus 2022 Capai Rp 2,5 Triliun

Pemerintah daerah masih mencari formula yang efektif agar dana Otsus pendidikan dan kesehatan tepat sasaran.

"Nanti perda itu kalau sudah jadi, ya bisa menjadi satu di antara instrumen yang dipakai agar tepat sasaran," kata Cartenz Inigo.

Akurasi data orang asli Papua, ucapnya, adalah hal terpenting dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan dana Otsus di sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat asli.

Pemerintah kabupaten dan kota harus bekerja ekstra demi menjawab permintaan data OAP sebagai syarat besaran alokasi dana Otsus mendatang.

"Sampai hari ini belum ada pemisahan data OAP dan non OAP. Seharusnya dipisahkan supaya implementasi dana Otsus tepat sasaran," ujar Cartenz Inigo Ortez Malibela.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved