Berita Kota Sorong
Pesan Misa Minggu 23 Oktober 2022, Hidup Rendah Hati dan Bersandar pada Tuhan
"Tuhan menyelenggarakan kehidupan kita dan ingin agar kita selalu rendah hati," kata Pastor Faris Ohoilean
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pastor-Paroki-Santo-Arnoldus-Janssen-Malanu-Kota-Sorong-Papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu Kota Sorong, Pater Faris Ohoilean, SVD, menekankan pentingnya bersikap rendah hati.
Selain terhadap sesama, sikap rendah hati itu terutama saat berdoa kepada Tuhan.
Hal ini menjadi pesan yang sederhana, ucapnya, namun begitu kuat pengaruhnya bagi kehidupan umat beriman.
"Jika kita berdoa kepada Tuhan sambil tetap percaya bahwa Tuhan menyelenggarakan kehidupan kita dan ingin agar kita selalu rendah hati," kata Pastor Faris Ohoilean kepada TribunPapuaBarat.com.
Menurut Pastor Faris Ohoilean, umat beriman harus mampu meneruskan belas kasih Tuhan ke dalam kehidupan setiap hari dengan sesama.
Baca juga: Doa untuk Orangtua dalam Agama Katolik, Diambil dari Puji Syukur Nomor 161
Ia mengatakan sikap rendah hati adalah sikap hidup yang bersandar kepada Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri.
Orang yang hanya mengandalkan diri sendiri, ucapnya, berarti bersikap sombong karena mengabaikan Tuhan.
Kata-kata Faris Ohoilean juga disampaikan dalam renungan misa mingguan di Gereja Santo Arnoldus Janssen Malanu, Minggu (23/10/2022).
Perayaan ekaristi dimulai pukul 07.30 WIT dan tetap menerapkan protokol kesehatan. (*)