Pemprov Data Semua Lahan Tidur yang Bisa Jadi Lahan Pertanian di Papua Barat

Satu di antara arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo adalah perluasan lahan pertanian sebanyak 11 ribu hektare di Papua Barat

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
PANGAN - Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat, Jacob S Fonataba, saat ditemui media di Manokwari, Senin (31/10/2022).   

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mulai menyusun data base potensi lahan pertanian yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung ke Manokwari, pekan lalu.

"Kami sudah zoom meeting dengan semua stakeholder pertanian. Sosialisasikan arahan Pak Menteri," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Papua Barat, Jacob S Fonataba, di Manokwari, Senin (31/10/2022).

Ada juga pemetaan soal ketersediaan sumber daya petani demi mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian itu.

Akan ditentukan komoditas prioritas untuk dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing kabupaten/kota di Papua Barat.

"Komoditas yang mau kita kembangkan adalah sumber pangan utama," ujar Jacob Fonataba.

Baca juga: Mentan Sebut 5 Strategi Pembangunan Pertanian di Papua Barat, Termasuk Perluasan Lahan

Satu di antara arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo adalah perluasan lahan pertanian sebanyak 11 ribu hektare.

Ada delapan kabupaten yang bisa memperluas lahan pertanian dengan capaian satu hektare tiap kabupaten.

Delapan kabupaten yang dimaksud adalah Manokwari, Manokwari Selatan, Sorongz Sorong Selatan, Tambrauw, Maybrat, Kaimana dan Fakfak.

"Itu (Kabupaten) yang punya potensi lahan padi sawah, tapi tidak menutup kemungkinan ada lahan padi ladang juga," ucap Jacob S Fonataba.

Mentan juga menyarankan agar Papua Barat mengimplementasikan lima program strategi untuk mengantisipasi krisis pangan global.

Kelimanya adalah rancangan program ketahanan pangan, pembentukan gugus tugas ketahanan pangan, penguatan kelembagaan pertanian atau SDM pertanian, penentuan komoditas pertanian yang menjadi keunggulan daerah, dan perluasan lahan pertanian.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Puji Semangat Pj Gubernur Papua Barat, Minta Perluas Lahan Pertanian

"Jadi semua lahan tidur yang berpotensi menjadi lahan pertanian harus dioptimalkan," kata Jacob Fonataba.
 
Pemerintah daerah, kata dia, akan memanfaatkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian.

Pembiayaan yang tersedia mendorong upaya pengembangan sektor pertanian maksimal mulai dari hulu hingga hilir.

"Kelompok-kelompok tani diharapkan bisa manfaatkan KUR supaya proses budidaya, pascapanen, panen, dan pemasaran bisa jalan," ujar Jacob Fonataba.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, ucapnya, akan bersinergi menciptakan tata niaga distribusi pertanian yang profesional.

Tujuannya agar pasokan komoditas pangan di Papua Barat mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Contohnya, surplus pangan di Kabupaten Manokwari dapat didistribusikan ke Sorong dan sebaliknya.(*)


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved