Berita Papua Barat

BPS Proyeksi Produksi Beras di Papua Barat Turun 1.740 Ton pada 2022, Panen Terendah pada Juli

"Perkiraan total produksi beras selama tahun 2022 adalah 14.400 ton," kata Maritje Pattiwaellapia di Manokwari, Rabu (2/11/2022).

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
PRODUKSI BERAS - Petani di Kampung Desai, Prafi, Kabupaten Manokwari, menanam padi sawah saat kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/10/2022). BPS Papua Barat memproyeksi total produksi beras di Provinsi Papua Barat selama  2022 turun 1.740 ton. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksi total produksi beras di Provinsi Papua Barat selama  2022 turun 1.740 ton.

Total produksi beras tahun 2021 sebanyak 16.180 ton turun menjadi 14.440 ton pada 2022.

Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan, produksi beras yang dikonversi dari hasil panen padi periode Januari hingga September 2022 11.520 ton.

Jumlah ini mengalami penurunan 1.120 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yaitu 12.630 ton.

Potensi produksi beras pada Oktober hingga Desember 2022 diperkirakan 2.920 ton.

"Perkiraan total produksi beras selama tahun 2022 adalah 14.400 ton," kata Maritje Pattiwaellapia di Manokwari, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Papua Barat Sangat Minim Produksi Beras, tapi Surplus Ribuan Ton Ikan Segar, Ini Saran BPS

Produksi beras di Papua Barat berasal dari delapan kabupaten dengan capaian yang bervariasi.

Meliputi Kabupaten Manokwari dengan potensi produksi beras 9.220 ton, Manokwari Selatan 2.920 ton, dan Sorong 1.470 ribu ton.

Kemudian Raja Ampat 300,59 ton, Teluk Bintuni 260,47 ton, Sorong Selatan 190,30 ton, Teluk Wondama 34,54 ton, dan Fakfak 33,36 ton.

"Ada tiga kabupaten sebagai daerah penyumbang beras terbesar Papua Barat," kata Maritje Pattiwaellapia.

Untuk produksi padi selama periode Januari hingga September 2022, ucapnya, diperkirakan sebesar 19.170 ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah tersebut turun 1.860 ton GKG bila dibandingkan dengan hasil panen periode yang sama tahun 2021 yaitu 1.860 ribu ton GKG.

Baca juga: Bulog Sorong Pastikan Stok Beras Aman Hingga Perayaan Natal dan Tahun Baru Nanti

Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan metode survei Kerangka Sampel Area (KSA), potensi produksi padi Oktober hingga Desember 2022 yaitu 4.870 ton GKG.

Dengan demikian, total produksi padi tahun 2022 diperkirakan 24.030 ton GKG atau turun 2.900 ton GKG.

"Jika dibandingkan total produksi padi tahun 2021 yakni 26.930 ton GKG," ujar Maritje Pattiwaellapia.

Selama tahun 2021, produksi padi tertinggi terjadi selama September sedangkan tahun 2022 terjadi pada Maret.

Lalu produksi terendah tahun 2021 dan tahun 2022 terjadi pada Juli.

"Produksi padi Maret 2022 sebesar 5.680 ton GKG dan Juli 2022 90 ton GKG," kata Maritje Pattiwaellapia.(*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved