Minggu, 19 April 2026

Berita Manokwari

Berniat Bisnis Buket? Berikut Tips dari Mega Leonita, Pemilik Eleanor Manokwari

Berniat Bisnis Buket? Berikut Tips dari Mega Leonita, Pemilik Eleanor Manokwari manajemen keuangan harus dikuasai menjaga kualitas dan berinovasi

Tayang:
zoom-inlihat foto Berniat Bisnis Buket? Berikut Tips dari Mega Leonita, Pemilik Eleanor Manokwari
Kresensia Kurniawati Mala Pasa/Tribunpapuabarat.com
PEBISNIS MUDA - Mega Leonita memamerkan buket buatannya di toko Eleanor di Jalan Brawijaya, Manokwari, Papua Barat, Jumat (4/11/2022). Mega satu dari anak muda yang sukses berbisnis dengan omzet Rp 20-30 juta per bulan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mega Leonita, merupakan sosok anak muda yang sukses berbisnis buket di Manokwari, Papua Barat.

Di usianya yang masih 24 tahun, Mega Leonita telah meraup omzet Rp 20-30 juta perbulan.

Mega Leonita pun berbagi beberapa tips bagi tribuners yang berniat terjun ke dunia bisnis ekonomi kreatif seperti buket.

Baca juga: Kisah Mega Leonita, Omzet Hingga Rp 30 Juta dari Bisnis Buket Eleanor di Manokwari 

Baca juga: SMA Negeri I Manokwari Tampilkan Pakaian Ecoprint di Pameran UMKM

"Cuma perlu modal 100 ribu, sudah jadi buket yang bagus kok," katanya saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Studio Eleanor di Jalan Brawijaya, Manokwari, beberapa waktu lalu.

Dari satu buket itu, sambung Mega, bisa disiati untuk perputaran modal dan pemasukan bersihnya.

Sehingga, menurut dia, bagi seorang wirausaha, manajemen keuangan mutlak dipelajari dan dikuasai.

Mega menyarankan, untuk bahan-bahan dasar buket seperti bunga artifisial, kertas kado dan pita, sebaiknya didatangkan dari luar Papua.

Hal itu yang dilakukannya sejak merintis Eleanor pada 2021.

Bahan-bahan tersebut, ia pesan langsung dari Jakarta, Surabaya dan Yogjakarta.

Selain harganya yang lebih terjangkau, warna dan bentuk bunga, kertas kado, serta pita bervariasi.

Selain hal teknis, lanjut Mega, kemampuan merangkai bunga juga perlu ditingkatkan.

"Kalau dulu saya rangkai satu buket butuh satu jam, sekarang sudah bisa 30 menit," ujar Mega.

Ia menjelaskan, berkecimpung dalam industri ekonomi kreatif, inovasi adalah sebuah keharusan.

Sehingga, buket yang ia buat tidak melulu dari bunga artifisial. Tetapi berkembang menjadi buket uang, aneka cemilan, cokelat, foto dan lainnya sesuai permintaan pasar.

Selain itu, tribuners harus mengenal secara detail momen pasar untuk berjualan buket.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved