Dekan Lecehkan Mahasiswi di Sorong

Ketua BEM Universitas Victory Sorong di-Drop Out, Buntut Kasus Dugaan Pelecehan oleh Oknum Dosen

Ia mengaku dikeluarkan dari Univeritas Victory Sorong sejak 18 November 2022, bersama korban kasus dugaan pelecehan oleh oknum dosen.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
DROP OUT: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeritas Victory Sorong Muhammad Duwi Prayoga dikeluarkan dari kampus sejak 18 November 2022 bersama korban kasus dugaan pelecehan berinisial SM di kampus itu. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeritas Victory Sorong, Muhammad Duwi Prayoga, di-drop out (DO) oleh kampus.

Ia mengaku dikeluarkan dari Univeritas Victory Sorong sejak 18 November 2022, bersama korban pelecehan berinisial SM.

Menurutnya, alasan ia dikeluarkan karena menggelar unjuk rasa di kampus menyusul adanya kasus dugaan pelecehan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi berinisila SM di kampus tersebut.

“Saya dikeluarkan oleh kampus karena alasan tidak masuk akal. Presiden saja orang demo (demonstrasi), masa pihak rektorat tidak bisa, itu ada apa?" katanya kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (26/11/2022).

Bagi Duwi Prayoga, kebijakan itu menunjukkan ketidakmampuhan kampus untuk menyelesaikan permasalahan dugaan pelecehan tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS - Diduga Lecehkan Mahasiswi, Dekan di Universitas Victory Sorong Dipolisikan

“Seharusnya pelakunya dikeluarkan, tapi pelaku masih diberikan ruang untuk mengajar di kampus. Korban dan saya yang unjuk rasa dianggap apa? Ini kan satu indikasi sistem demokrasi yang sedang mati di kampus Victory,” kata Duwi Prayoga.

Ia merasa heran karena perjuangannya bersama teman-teman untuk melawan kasus pelecehan di kampus justru berujung dikeluarkan di kampus.

Saat awal kasus pelecahan ini mencuat, BEM Univeritas Victory Sorong sudah menyurati dan membuat pernyataan sikap ke rektorat pada 15 November 2022.

Mereka meminta agar rektorat bisa merespons dalam waktu cepat, satu kali 24 jam agar tidak ada unjuk rasa.

“Kami sudah melalui prosedur tapi pihak Rektorat tidak ada tanggapan. Jadi kami demo dan setelah kami demo perjuangkan ini malahan kami di deo. Aneh,” ucap Muhammad Duwi Prayoga.

Baca juga: Dugaan Dosen Melecehkan Mahasiswi, Sejumlah Mahasiswa Unjuk Rasa di Universitas Victory Sorong

Mahasiswa Prodi Manajemen itu mengatakan ia dan korban dugaan pelecehan dikeluarkan sepihak tanpa adanya peringatan, pemberitahuan, dan tanpa ada SK.

“Jadi kami itu di-DO tanpa ada peringatan dulu. Tiba-tiba di-DO,” kata Duwi Prayoga.

UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa Universitas Victory Sorong menggelar unjuk rasa di pintu masuk kampus mereka, Rabu (23/11/2022). Unjuk rasa itu buntut dari dugaan dosen melecehkan mahasiswi di kampus itu.
UNJUK RASA: Sejumlah mahasiswa Universitas Victory Sorong menggelar unjuk rasa di pintu masuk kampus mereka, Rabu (23/11/2022). Unjuk rasa itu buntut dari dugaan dosen melecehkan mahasiswi di kampus itu. (TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK)

Ia mengatakan akan mengawal ketat proses hukum kasus pelecehan itu sampai selesai.

Duwi juga akan terus melontarkan kritik agar Univeritas Victory Sorong mampu membuat kebijakan yang tepat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved