Bawaslu dan Wartawan Tidak Dapat Dipisahkan, Totok Hariyono: Kehadiran Pers Sebagai Pengawas

Bawaslu dan Wartawan Tidak Dapat Dipisahkan, Totok Hariyono: Kehadiran Pers Sebagai Pengawas jika ada pelanggaran dan kekurangan dalam pemilihan umum

SURYA.co.id//Bobby Constantine Koloway
Totok Hariyono 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (Ri) Totok Hariyono menegaskan, Bawaslu tidak dapat dipisahkan dari wartawan.

Sebab, awal dibentuknya Bawaslu diisi oleh berbagai unsur masyarakat satu diantaranya adalah wartawan.

Lanjut Totok, keberadaan wartawan dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) sangat penting.

Baca juga: Bawaslu Papua Barat Sebut Tantangan Pemilu 2024 Berat, Gakkumdu Kabupaten Sorong Kurang Jaksa

Baca juga: Bawaslu Papua Barat Minta Bawaslu Kabupaten/Kota Segera Gelar Bimtek bagi Panwascam

Wartawan sebagai pengawas jika ada kejanggalan dan kekurangan dalam pesta demokrasi.

Tak hanya itu, kehadiran wartawan dalam penyelenggaraan pemilu sebagai pemberi informasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Mungkin banyak yang tidak tahu kapan Pemilu 2024 diselenggarakan. Tapi dengan informasi dan berita yang disampaikan wartawan, orang jadi tahu," katannya saat membuka Rapat Koordinasi Bawaslu dan Media Massa Nasional dalam Rangka Pengawasan Tahapan Pemilu Tahun 2024 di kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya, peran wartawan di era media sosial saat ini menjadi lebih penting untuk menyaring berbagai informasi yang berseliweran bak air bah.

Mengingat banyaknya kabar hoaks yang muncul media sosial.

"Wartawan media arus utama menjadi alat ukur apakah berita itu benar atau salah, karena wartawan pasti sudah melakukan cek dan ricek, sehingga dijamin tidak akan menulis berita yang salah," ujarnya.

"Tidak ada wartawan satu pun di dunia ini yang sengaja menulis berita yang salah. Kalau ada, itu adalah wartawan terburuk di dunia, wartawan yang tidak paham kaidah jurnalistik," tambahnya.

Lebih lanjut, Totok menyebut pesta pemilu tidak bisa dipisahkan media massa dan wartawan.

Termasuk dengan Bawaslu sebagai salah satu organ penting dalam penyelenggaraan Pemilu.

Totok mengibaratkan Pemilu dan wartawan bak ikan dengan air yang tak dapat dipisahkan.

"Pemilu dan wartawan bagaikan ikan dan air. Bagaimana mungkin pemilu berjalan tanpa ada wartawan? Enggak ada pemilu, nggak ada wartawan. Ya, bagaimana? Wong ikan kok enggak ada airnya. Ikan kok bisa hidup di air, ya, enggak mungkin. Keduanya bagian tak terpisahkan," tuturnya.

Totok pun berharap kerjasama Bawaslu dengan media massa di masa mendatang bisa makin terjalin erat.

"Konsep Bawaslu ke depan adalah gotong royong untuk mengedepankan pencegahan. Bawaslu yang paling baik bukanadalah yang paling banyak menjatuhkan hukuman, tapi Bawaslu yang mampu meminimalisir pelanggaran," pungkasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Punya Sejarah Panjang, Bawaslu Sebut Pemilu dan Wartawan Bak Ikan dan Air, tak Dapat Dipisahkan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved