Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Sebut 9 Program 100 Kerja Butuh Kerja Cepat
"Saya tahu kita punya orang ini kan biasa kerja santai. Dengan saya ini, tidak ada itu namanya kerja santai, semua kerja cepat,"
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Elias Andi Ponganan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Foto-bersama-Pj-Gub-PBD.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa'ad mengatakan, untuk mewujudkan sembilan program selama 100 hari kerja dibutuhkan kerja sama yang baik.
Oleh sebab itu, seluruh pegawai yang akan diangkat dalam waktu dekat harus bekerja semaksimal mungkin.
"Saya dengan Pak Sekda akan bekerja untuk merekrut pegawai. Dan nanti kita harus bekerja cepat," kata Muhammad Musa'ad kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (16/12/2022).
Baca juga: Program Kerja 100 Hari Pj Gubernur Papua Barat Daya, Termasuk Soal APBD 2023 dan Penempatan ASN
Baca juga: Yanto Ijie Disebut Pahlawan Kesiangan, Yan Piter: Namanya Tak Ada di Tim Deklarator Papua Barat Daya
Ia berharap, pegawai pemerintahan dapat mengubah pola kerja lamban dan santai.
Sehingga, pembangunan Papua Barat Daya terlaksana dengan baik.
"Saya tahu kita punya orang ini kan biasa kerja santai. Dengan saya ini, tidak ada itu namanya kerja santai, semua kerja cepat," tegas Musa'ad.
Baca juga: Wisata Papua Barat Daya di Sorong: Taman Burung Aimas Punya Koleksi Satwa Endemik
Baca juga: Proyek Kereta Api Manokwari-Sorong, Papua Barat dan Papua Barat Daya Bahas Ulang, Proyeksi Rp 38 T
Kerja cepat penting dilakukan, karena Penjabat Sekda Papua Barat Daya Edison Siagian ditugaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hanya tiga bulan.
Dengan demikian, seluruh bupati dan wali kota se-Papua Barat Daya harus bersinergi agar penyelenggaraan pemerintahan provinsi ke-38 berjalan efektif.
"Kita ini peletak dasar jadi mari sama-sama kita jaga dan bangun provinsi ini dengan baik," ungkap Muhammad Musa'ad. (*)