Berita Manokwari
Pantai Sau Abas Tidak Aman Untuk Olahraga Selancar Ombak
Pantai Sau Abas Tidak Aman untuk Olahraga Selancar Ombak karena posisinya dekat dengan batu kota yang dibuat untuk menahan ombak menyebabkan abrasi
Penulis: redaksi | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pantai-sau-abas.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pantai Sau Abas yang berlokasi di Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari, Kabupaten Manokwari, menjadi satu dari sekian spot yang kerap digunakan untuk berolahraga selancar ombak.
Kendati demikian, pantai tersebut ternyata tidak aman untuk dijadikan tempat olahraga selancar ombak.
Pelatih Abasi Surfing Club Benny Maryen mengatakan, pantai tersebut tidak aman untuk para peselancar karena dekat dengan batu kotak yang sengaja diletakan oleh pemerintah.
Baca juga: Kisah Luis Maryen, Bocah Lima Tahun yang Raih Juara Satu Lomba Selancar Ombak
Baca juga: Sukses International Surfing Competition, PSOI Papua Barat Siapkan Even Selancar Lebih Besar
Batu kotak itu berfungsi sebagai penghalang ombak agar daerah tersebut terhindar dari ancaman abrasi.
"Sebenarnya area ini tidak nyaman untuk bermain selancar," kata Benny Maryen saat ditemui tribunpapuabarat.com di Pantai Sau Abas, Selasa (3/1/2023).
Menurutnya, batu kotak tersebut dapat menghancurkan surfboard milik peselancar.
Selain itu, peselancar juga harus bisa lebih cepat membaca posisi antara ombak dan batu kotak tersebut, sehingga tidak terjadi kecelakaan.
Lanjut dia, ombak di Pantai Sau Abas saat ini masih tergolong aman, khususnya untuk anak-anak masih bisa memanfaatkan gulungan ombak untuk berlatih.
"Biasanya ada ombak yang lebih besar, kita latihan tapi hati -hati," ujarnya.
Diungkapkannya, anak-anak di Pantai Sau Abas sebelumnya menggunakan papan kayu biasa untuk bermain ombak.
Kini mereka telah berlatih dengan menggunakan surfboard yang sesuai standar, sehingga perlu lebih berhati-hati.
"Semua sekarang latihan pakai surfboard hasil dari donasi," bebernya.
(*)