Berita Papua Barat
Pemprov Papua Barat akan Lanjutkan Program Rumah Inovasi Ketahanan Pangan
Pemprov Papua Barat akan Lanjutkan Program Rumah Inovasi Ketahanan Pangan di tiga kabupaten yakni manokwari selatan, kaimana dan fakfak sumber APBD
Penulis: Elias Andi Ponganan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Lasarus-Ullo.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat akan melanjutkan program pembangunan rumah inovasi ketahanan pangan untuk tahun 2023.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo mengatakan, ada tiga unit rumah inovasi ketahanan pangan yang rencananya dibangun dalam tahun ini.
Rumah inovasi itu tersebar pada tiga kabupaten yaitu Manokwari Selatan, Kaimana dan Fakfak.
Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Jamin Stok Pangan untuk Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Kembangkan Potensi Lokal, Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Bangun 3 Rumah Inovasi Pertanian
"Tahun 2023 ini kita programkan lagi tiga rumah inovasi," kata Lasarus Ullo saat diwawancara di Manokwari, Rabu (4/1/2023).
Rumah tersebut dimanfaatkan untuk menampung komoditas pangan lokal kemudian diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomis tinggi.
Anggaran pembagunan tiga rumah inovasi ketahanan pangan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.
"Sumber dana yang kami gunakan adalah APBD Provinsi Papua Barat tahun 2023," jelas Lasarus Ullo.
Selama ini, kata dia, pengolahan komoditas unggulan dari Kabupaten Kaimana seperti buah pisang belum berjalan maksimal.
Sebab, petani kebun di Kaimana langsung menjual buah pisang ke Timika, Nabire dan daerah lainnya.
"Pasar di Kaimana tidak mampu menampung jadi mereka jual ke luar," ujar Lasarus Ullo.
Untuk Manokwari Selatan, pembangunan rumah inovasi pangan bertujuan menampung dan mengolah sejumlah komoditas lokal.
Antara lain ubi keladi, ubi jalar dan pisang yang selama ini belum diolah menjadi produk turunan.
"Sama halnya dengan rumah inovasi yang akan dibangun di Kabupaten Fakfak," jelas Lasarus Ullo.
Ia menerangkan, sejak tahun 2022 banyak permintaan dari daerah terkait rumah inovasi ketahanan pangan.
Akan tetapi, realisasi pembangunan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.