Diduga Gara-gara Hoaks, Warga Blokade Jalan Trikora Wosi Manokwari
Aksi blokade jalan Trikora Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diduga dipicu oleh informasi hoaks yang diterima warga.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Jajaran-Polresta-Manokwari-melakukan-pengamanan-di-Jalan-Trikora-Wosi-Distrik-Manokwari-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Aksi blokade jalan Trikora Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diduga dipicu oleh informasi hoaks yang diterima warga.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Manokwari Iptu Arifal Utama.
"Diduga ada informasi hoaks terkait adanya penangkapan orang," ujar Arifal, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Massa Lakukan Perlawanan di Jalan Trikora Wosi, Aparat Tembakkan Gas Air Mata
Sehingga, dari informasi tersebut membuat warga pun langsung mengambil langkah pemalangan jalan Trikora Wosi.
"Memang ada penangkapan tadi, namun orang itu melakukan pengrusakan di wilayah Distrik Manokwari Timur," tuturnya.
Sementara, informasi yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah pemukulan seorang warga saat diamankan polisi.
"Tidak benar itu hoaks karena kita hanya amankan dan tidak lakukan pemukulan," pungkasnya.
Balas Tembakan Gas Air Mata Aparat
Jajaran Polresta Manokwari mengeluarkan tembakan gas air mata ke massa yang memalang Jalan Trikora Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (2/2/2023)
Hal itu dibenarkan Kabag Ops Polresta Manokwari Kompol Musa Jedi Permana, saat ditemui di Jalan Trikora Wosi.
"Kita keluarkan tembakan karena jalan umum diblokade," ujar Musa, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Massa Lakukan Perlawanan di Jalan Trikora Wosi, Aparat Tembakkan Gas Air Mata
Akhirnya, petugas melepaskan gas air mata, sekira pukul sekira pukul 18.50 WIT.
Dari pantauan TribunPapuaBarat.com, tembakan gas air mata di lepas sekira belasan kali ke udara.
Meskipun telah melepaskan tembakan, massa masih saja melakukan perlawanan dengan menggunakan kembang api.
"Kita lepaskan (gas air mata) justru mereka melakukan perlawanan, dengan menggunakan kembang api ke arah petugas," tuturnya.
Musa mengaku, sempat beberapa kali dipukul mundur, namun massa kembali memberikan perlawanan ke petugas.
"Tapi meskipun sempat tegang, saat ini sudah kembali pulih dan jalan Trikora Wosi, sudah bisa dilalui warga," pungkasnya.(*)