Dinkes Manokwari Bagi-bagi Kelambu, Marthen Rantetampang: Masih Kurang 1.079 untuk Maripi dan Mobja

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Manokwari, Marthen Rantetampang, menyatakan masyarakat Manokwari membutuhkan 110.779 kelambu

Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TribunPapuaBarat.com/Rachmat Julaini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, Senin (13/03/2023). Ia mengatakan Dinkes Manokwari membagi kelambu bagi warga di Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat, Senin (13/3/2023) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, membagi kelambu bagi warga di Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat, Senin (13/3/2023).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Manokwari, Marthen Rantetampang, menyatakan masyarakat Manokwari membutuhkan 110.779 kelambu.

"Hari ini terakhir di Puskesmas Sanggeng. Distribusi dilakukan ke 100 titik di Kelurahan Sanggeng," katanya.

Pendistribusian kelambu menyasar sejak 2 Maret 2023 dan masih ada kekurangan 1.079 kelambu.

Perinciannya, ucap Marthen Rantetampang, 794 kelambu untuk Puskesmas Maripi dan 285 untuk daerah Mobja.

Baca juga: Antisipasi Malaria, Dinkes Papua akan Distribusi 5.000 Kelambu ke 4 Klaster PON XX Papua

 

"Di wilayah kerja Puskesmas Maripi, distribusi kelambu belum disalurkan ke asrama Polda, asrama Vilanova, dan asrama Kodam," kata Marthen Rantetampang.

Kekurangan kelambu, katanya, akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat agar dapat dicukupi.

Jika semua kebutuhan kelambu terpenuhi, ucapnya, program eliminasi malaria di masyarakat bisa maksimal.

Ditanyai soal efektivitas penggunaan kelambu dalam pencegahan malaria, ia memastikan kelambu sangat efektif karen mengandung obat malaria.

"Kalau nyamuk sentuh kelambu itu akan mati," kata Marthen Rantetampang.

Baca juga: Dinas Kesehatan Manokwari Bakal Bagi Kelambu Gratis, Berikut Jumlahnya

Marthen memastikan model kelambu terbaru yang dibagikan ke masyarakat cukup besar dibandingkan kelambu yang selama ini dikenal.

Bahkan, Marthen Rantetampang menjamin kelembutan kelambu juga sudah lebih baik.

"Tinggal bagaimana pemahaman masyarakat sehingga dapat menggunakannya dengan baik," ujarnya.

Di beberapa daerah, ucapnya, sudah terbukti penggunaan kelambu bisa mencegah malaria.

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved