Pemkab Maybrat
Pj Bupati Maybrat Rapat Bersama Mendagri Bahas Pengendalian Inflasi
Pj Bupati Maybrat, Bernhard E Rondonuwu dan jajaran Pemakb Maybrat ikut rapat koordinasi (Rakor) secara virtual bersama Mendagri Tito Karnavian
Penulis: redaksi | Editor: Haryanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-pemkab-maybrat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT – Pj Bupati Maybrat, Bernhard E Rondonuwu dan jajaran Pemakb Maybrat ikut rapat koordinasi (Rakor) secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (13/03/2023).
Tampak hadir Asisten II Pemkab Maybrat, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Maybrat. Selain itu, turut hadir Anggota DPRD Maybrat.
Rakor ini berkaitan dengan pengendalian inflasi 2023.
Baca juga: Pemda Maybrat Bertabur Penghargaan Dalam Acara BKN Award di Sorong
Dalam sambutannya, Mendagri mengingatkan semua kepala daeran dan jajarannya untuk memprioritaskan perbaikan atau upaya perbaikan tentang Inflasi.
Ia menilai, masalah inflasi akan menyangkut masalah harga sandang, dan pangan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, serta isu lapangan pekerjaan.
“Lakukan evaluasi terhadap komoditas apa saja yang harus mendapat perhatian,” pesan Mendagri.
Baca juga: PUPR Papua Barat Lanjutkan Proyek Jalan Trans Bintuni-Maybrat, Pangdam dan Polda Beri Sinyal Aman
Apalagi, akan memasuki Ramadhan sehingga akan berdampak terhadap inflasi, karena akan terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat.
Ia pun memuji daerah yang cukup bagus dalam mengendalikan inflasi, seperti Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Mimika, dan Kota Samarinda.
Setelah Rakor dibuka Mendari, Wali Kota Samarinda diberikan kesempatan untuk mempresentasikan kemajuan dalam hal penanganan inflasi di daerah tersebut.
Baca juga: Daftar Wisata Papua Barat di Maybrat dan Fakfak, Danau Uter hingga Pulau Tubir Seram
Selanjutnya, ada pemaparan perkembangan harga-harga berbagai komoditas menjelang Ramadhan oleh Dr Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Dsitribusi dan Jasa.
Kemudian dilanjutkan pemaparan ketersediaan dan stabilitas pangan oleh I Gusti Ketut Astawam, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan, Badan Pangan Nasional .
Kemudian pemaparan Syailendra dari Kementerian Perdagangan tentang ketersediaan bahan pokok, khususnya minyak goreng, dan persebaran ketersediaannya.
(*)