Kamis, 30 April 2026

Berita Kota Sorong

Lima Ritual Keagamaan yang Dilaksanakan Umat Hindu Sebelum dan Setelah Hari Raya Nyepi

Tahun baru umat Hindu berdasarkan penanggalan Caka sejak 78 Masehi, sehingga pada 2023 ini merupakan tahun Caka 1945.

Tayang:
zoom-inlihat foto Lima Ritual Keagamaan yang Dilaksanakan Umat Hindu Sebelum dan Setelah Hari Raya Nyepi
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
Rangkaian hari raya Nyepi tahun baru saka 1945 di Kota Sorong, Papua Barat Daya. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KOTA SORONG - Umat Hindu Kota Sorong, Papua Barat Daya merayakan puncak Hari Raya Nyepi pada Rabu (22/3/2023) besok.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia Kota Sorong, Pande Ketut Suniarta mengatakan, rangkaian Hari Raya Nyepi senantiasa berlangsung hening, dengan sejumlah pelaksanaan ibadah dan tradisi yang mengiringinya.

Tahun baru umat Hindu berdasarkan penanggalan Caka sejak 78 Masehi, sehingga pada 2023 ini merupakan tahun Caka 1945.

Baca juga: Akses ke Tempat Ibadah Jauh, Kodam XVIII/Kasuari Bangun Pura untuk Prajurit yang Beragama Hindu

Baca juga: Akses ke Tempat Ibadah Jauh, Kodam XVIII/Kasuari Bangun Pura untuk Prajurit yang Beragama Hindu

"Hari raya ini juga merupakan permohonan kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta)," kata Pande Ketut Suniarta kepada TribunSorong.com, Selasa (21/3/2023).

Ada sejumlah ritual dan ibadah yang dilaksanakan umat Hindu sebelum dan setelah Hari Raya Nyepi, seperti berikut:

1. Upacara Melasti

Dua atau tiga hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan persembahyangan di laut, maupun danau dan sungai.

Rangkaian ini dikenal dengan sebutan upacara Melasti, dilakukan dengan menyucikan segala benda sakral dari Pura.

Laut, sungai (campuhan) dan danau, menurut kepercayaan Hindu, merupakan sumber air suci yang mampu menyucikan berbagai hal kotor dalam diri manusia dan alam semesta.

2. Tawur Kesanga

Tawur Kesanga dilaksanakan satu hari setelah Upacara Melasti atau sehari sebelum Nyepi. Hari itu dikenal juga sebagai 'Tilem Sasih Kasanga'.

Saat Tawur Kesanga, umat Hindu menyiapkan berbagai sesajen atau caru di rumah masing-masing sebagai perwujudan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi.

3. Pengrupukan atau Mecaru

Rangkaian Hari Raya Nyepi berikutnya adalah Pengrupukan yang dilaksanakan berbarengan dengan Tawur Kesanga.

Pengrupukan adalah menebar nasi Tawur di sekeliling rumah sambil memukul kentongan hingga gaduh.

Pengrupukan bermakna sebagai pengusiran Buta Kala yang ada di sekitar tempat tinggal.

Umat Hindu di Sorong mengikuti budaya Bali, dimana prosesi pengrupukan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh sebagai perwujudan Buta Kala, yang menggambarkan sifat buruk manusia.

4. Nyepi

Setelah pengerupukan, umat Hindu memasuki puncak Hari Raya Nyepi.

Selama 24 jam umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian yaitu :

Amati gni, artinya umat hindu tidak diperkenankan menyalakan api.

Amati karya, artinya umat hindu tidak akan beraktivitas seperti biasa.

Amati lelanguan, artinya umat hindu tidak boleh menghibur diri dengan berbagai hiburan.

Amati lelungoan, artinya umat hindu tidak boleh bepergian.

Puncak Hari Raya Nyepi dilaksanakan secara hening.

Tujuan dari keheningan ini adalah sebagai bentuk introspeksi atau menyucikan diri dengan melepas semua hal yang berhubungan dengan kehidupan duniawi dalam sehari penuh.

Di saat yang sama, mereka yang mampu disarankan untuk berpuasa selama 24 jam, tapa, yoga, maupun samadi untuk merenungi dosa-dosa sekaligus menyiapkan diri menyambut tahun baru.

5. Ngembak Geni

Setelah hening dalam sehari, umat Hindu bakal melaksanakan tradisi Ngembak Geni, yang mengagungkan nilai Dharma Shanti.

Seperti Lebaran, Ngembak Geni menjadi waktunya bagi umat Hindu untuk lebih bersyukur, saling maafkan, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih.

Saat Ngembak Geni, umat Hindu akan saling mengunjungi keluarga dan tetangga untuk saling bermaaf-maafan.

Dharma Shanti sendiri merupakan filsafat Tattwamasi yang memandang semua manusia di penjuru Bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Tradisi Ngembak Geni juga menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved