Kamis, 7 Mei 2026

Umat Katolik Padati Gereja Santa Monika Kaimana Saat Minggu Palma

Dalam tradisi Gereja Katolik, ucapnya, daun palma merupakan simbol kemenangan Yesus atas maut serta simbol kehidupan, harapan, dan berkat.

Tayang:
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto Umat Katolik Padati Gereja Santa Monika Kaimana Saat Minggu Palma
TribunPapuaBarat.com/Arfat Jempot
Suasana misa Minggu Palma di Gereja Santa Monika, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (4/3/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Ratusan umat Katolik Santa Monika Kaimana, Papua Barat, merayakan Minggu Palma di Gereja Santa Monika, Minggu (2/4/2023).

Pemimpin misa, Pater Aloysius Du'a OSA, mengatakan Gereja Katolik seluruh dunia merayakan hari Minggu Palma sebagai pembuka Pekan Suci.

Minggu Palma untuk mengenang Yesus saat memasuki Kota Yerusalem sebelum wafat di kayu salib.

Saat itu, Yesus dieluk-elukkan dan disebut 'Hosana Putra Daud'.

Dalam tradisi Gereja Katolik, ucapnya, daun palma merupakan simbol kemenangan Yesus atas maut serta simbol kehidupan, harapan, dan berkat.

Baca juga: Awali Pekan Suci, Umat Katolik di Manokwari Rayakan Misa Minggu Palma 

 

"Perarakan memakai ranting palem dimulai 2000 tahun lalu. Pada abad ke-5, banyak orang Yerusalem berkumpul di Bukit Zaitun kemudian berarakan untuk memasuki kota Yerusalem," kata Aloysius Du'a.

Daun palma yang telah diberkati lalu disimpan orang setiap umat Katolik.

Pada tahun berikutnya, daun palma itu dikumpulkan kemudian dibakar.

Baca juga: Umat Paroki Santo Arnoldus Janssen Kota Sorong Rayakan Misa Minggu Palma

Abu pembakaran daun palma itu digunakan pada hari Rabu Abu, pembukaan masa puasa atau pra Paskah.

Menutup kotbahnya, Pastor Aloysius mengajak umat Katolik Santa Monika Kaimana agar setia bersama Yesus yang menderita hingga wafat di salib demi menebus dosa-dosa manusia.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved