Berita Manokwari
Awali Pekan Suci, Umat Katolik di Manokwari Rayakan Misa Minggu Palma
Pastor Philip menjelaskan, Minggu Palma atau minggu daun-daunan untuk memperingati peristiwa Yesus memasuki gerbang Kota Jerusalem
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Paroki-Imanuel-Sanggeng-minggu-palma.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ribuan umat Katolik di Manokwari, Papua Barat mengikuti misa Minggu Palma pada Minggu, (2/4/2023).
Di gereja Katolik Paroki Imanuel Sanggeng, misalnya, ratusan umat Katolik yang sebagaian besar berbusana merah dan hijau mengikuti misa Minggu Palma dengan khidmat.
Pantauan TribunPapuaBarat.com, misa (ibadah) Minggu Palma dimulai pukul 08.00 WIT.
Baca juga: Masuk Masa Pra Paskah, Umat Katolik di Manokwari Diajak Hidup dalam Doa, Puasa, dan Sedekah
Baca juga: Pater Damasenu Ingatkan Umat Katolik di Sorong Siapkan Batin Sambut Kelahiran Yesus Kristus
Dipimpin Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Pater Philip Sedik, OSA, misa diawali dengan pemberkatan daun palma di aula Infokom Kabupaten Manokwari.
Kemudian daun palma dibagikan kepada ratusan umat yang hadir. Daun palma ini akan dibawa pulang umat ke rumah masing-masing sebagai simbol kemenangan Kristus akan maut dan kuasa jahat di dalam rumah.
Dilanjutkan dengan perarakan menuju Gereja Katolik Paroki Imanuel Sanggeng. Tiba di dalam gereja, lagu bertajuk ‘Yerusalem, Lihatlah Rajamu” dan lambaian daun palma mengiringi langkah imam dan petugas liturgi memasuki gereja.
Bangku gereja tak ada yang lowong, hingga ratusan umat lain mengikuti misa Minggu Palma dari layar monitor yang disiapkan pihak gereja bagi umat yang duduk di bangku luar gereja
Jubah imam dan altar bercorak kain merah, sementara patung-patung ditutupi kain ungu tanda perkabungan.
Seperti perayaan-perayaan tahun sebelumnya, umat yang hadir membeludak. Sehingga, panitia Paskah menyiapkan tenda di halaman gereja dengan tambahan ratusan kursi.
“Perayaan Minggu Palma, mengawali pekan suci, pekan peringatan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan,” kata Philip dalam homili atau khotbahnya.
Philip menjelaskan, Minggu Palma atau minggu daun-daunan untuk memperingati peristiwa Yesus memasuki gerbang Kota Jerusalem.
Beribu-ribu tahun lalu, kala itu Yesus disambut gembira ribuan umat Jerusalem dengan daun dan ranting pohon zaitun.
Namun, kata Philip, umat Jerusalem yang sama itulah yang pada Jumat Agung, malah berbalik menuntut Yesus untuk disalibkan.
Menurut Philip, hal ini menggambarkan tendensi manusia untuk cepat berpaling dari nilai-nilai kebaikan.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh umat untuk mempersiapkan hati menyambut Tri Hari Suci hingga hari raya Paskah.