Minggu, 12 April 2026

Bupati Kaimana Freddy Thie Ingatkan Warga Teluk Arguni Jangan Palang Jalan

Dalam masa kepemimpinan Freddy Thie dan Hasbullah Furuada selama dua tahun ini, kasus pemalangan pembangunan jalan sudah beberapa kali terjadi.

Tayang:
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto Bupati Kaimana Freddy Thie Ingatkan Warga Teluk Arguni Jangan Palang Jalan
Dokumentasi Humas Pemkab Kaimana 
Bupati Kaimana, Freddy Thie, didampingi Wakil Bupati, Hasbulla Furuada, bertatap muka dengan masyarakat Distrik Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Jumat (12/05/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Bupati Kaimana, Freddy Thie, bersama Wakil Bupati (Wabup), Hasbullah Furuada, melakukan kunjungan kerja ke Distrik Teluk Arguni, Kaimana, Papua Barat, Jumat (12/05/2023). 

Kunjungan kerja ini sebagai ajang silaturahmi antar pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus untuk menyosialisasikan berbagai program dan kebijakan pemda, baik yang sudah maupun yang akan digarap. 

Dalam sambutannya Freddy Thie, meminta kepada masyarakat agar mendukung pembangunan jalan di kampung-kampung. 

Karena tanpa dukungan masyarakat, ucapnya, niat baik untuk membangun jalan itu akan mandek.

Baca juga: Tahun Ini, Dinas PUPR Papua Barat Bakal Bangun Jalan 40 Km di Kaimana 

 

“Kamong (Kalian) rindu bangun jalan atau tidak? Apabila nanti ada pekerjaan, baik jalan dan lain-lain masuk di sini, saya minta jangan bikin lagu-lagu lagi."

"Maksudnya, jangan palang dia atau minta tuntutan tidak-tidak,” kata Freddy Thie dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPapuaBarat.Com, Sabtu (13/5/2023). 

Dalam masa kepemimpinan Freddy Thie dan Hasbullah Furuada selama dua tahun ini, kasus pemalangan pembangunan jalan sudah beberapa kali terjadi.

Baca juga: Perayaan HUT ke-20 Kabupaten Kaimana, Panitia Suguhkan 7 Malam Hiburan Rakyat 

Dikatakan Bupati, pada 2022, seharusnya jalan ke arah Kolam Sisir, Distrik Kaimana, Kaimana sudah pengaspalan. 

Apabila jalan ini terbuka sampai ke Kolam Sisir, ucap Freddy Thie, dampaknya ekonomi akan tumbuh.

“Ternyata yang dari gunung signal sampai ke bawah kolam belum aspal karena masyarakat bilang itu tempat pamali sehingga anggaran pembangunan jalan itu tidak terpakai," katanya.

Bupati menyebutkan ada masalah yang sama namun setelah dilakukan pertemuan oleh bupati dan masyarakat, bisa dicarikan solusi. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved