Jumat, 15 Mei 2026

Wisata Papua Barat Daya

Daftar Rekomendasi Spot Diving di Raja Ampat, Punya Pesona yang Berbeda

Perairan wisata Papua Barat Daya Raja Ampat, memiliki kekayaan hayati laut tropis hingga pernah menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Daftar Rekomendasi Spot Diving di Raja Ampat, Punya Pesona yang Berbeda
Instagram/pesonaid_travel
Pulau Misool, Raja Ampat, Papua Barat Daya - Destinasi menyelam yang menjadi rekomendasi tak lepas dari kawasan wisata Papua Barat Daya Raja Ampat. 

Perairan dangkal di Pulau Batanta yang bisa jadi tempat untuk menyelam atau snorkeling.

Di kedalaman 4 meter tersebut, menyuguhkan terumbu karang dan jenis-jenis ikan warna-warni, maupun biota laut seperti aneka lobster.

Tak hanya itu, di beberapa spot menyelam bisa dijumpai peninggalan Perang Dunia II seperti bangkai-bangkai pesawat tempur asing yang tenggelam.

Tak cukup sampai di situ, jika beruntung, bisa bersua keluarga Ikan Pari Manta.

Pulau Batanta dihuni 300 penduduk dari Suku Maradan Weser dan Yarweser yang bermukim di Wayman, Yenanas dan Wilebet.

Di beberapa titik perairan yang menjorok satu kilometer dari bibir pantai dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya kerang mutiara.

Pulau Batanta juga menjadi bagian ekosistem rawa mangrove seluas 3 hektare, yang juga terdapat puluhan puluhan batang pohon sangat besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Akar-akarnya berukuran sangat besar berdiameter 20-30 sentimeter dan keluar dari batang pohon, mencengkeram permukaan lahan lumpur basah.

Saking besarnya, lengkungan akar bahkan bisa dilewati oleh manusia dewasa.

Pemandangan seperti ini sangat jarang ditemui pada ekosistem hutan mangrove sejenis di tanah air.

Di tengah pulau juga terdapat air terjun setinggi 10 meter yang menjadi tujuan kunjungan wisatawan.

Baca juga: Tak Hanya Pesonanya, Ada Juga Mitos Tentang Gua Hantu di Raja Ampat Wisata Papua Barat Daya

Di Pulau Batanta juga menjadi rumah bagi spesies Anggrek yang telah langka.

Pada Bulan Maret 2022, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan sejawat mereka dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat menemukan 90 koleksi anggek di Pulau Batanta.

BRIN-BBKSDA Papua Barat menemukan anggrek Dendrobium cuneatum yang sebelumnya hanya ditemukan di region Sulawesi dan Maluku saja.

Ada juga temuan anggrek akar Taeniophyllum torricellense yang sebelumnya hanya ditemukan di dua lokasi, yaitu Pulau San Cristobal di Kepulauan Solomon dan Pegunungan Torricelli, Papua Nugini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved