Minggu, 26 April 2026

Berita Manokwari

Dua Jam Buka Pendaftaran, Kuota Murid Baru SMPN 2 Manokwari Langsung Penuh

Kuota peserta didik mencakup 60 persen putra daerah dan 40 persen non- putra daerah.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dua Jam Buka Pendaftaran, Kuota Murid Baru SMPN 2 Manokwari Langsung Penuh
TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
Para siswa melewati gapura bertulis sekolah adiwiyata di SMPN 2 Manokwari, Jalan Yos Sudarso, Papua Barat, Kamis (9/2/2023). SMPN 2 Manokwari telah meraih penghargaan sekolah adiwiyata nasional sejak 2019. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 serentak dilaksanakan dari tingkat SD, SMP, SMA di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (3/7/2023).

SMP Negeri 2 Manokwari, menjadi satu dari sejumlah sekolah yang mengadakan PPDB dalam jaringan (daring) atau online.

Kepala SMPN 2 Manokwari Margriet Pondajar, mengatakan, PPDB online berjalan lancar atau tanpa gangguan server pada hari ini.

Baca juga: SMPN 2 Manokwari Raih Sekolah Adiwiyata Nasional, Setiap Pengunjung Wajib Tanam Satu Pohon

Baca juga: Mimpi SMPN 2 Manokwari Naik Level Jadi Adiwiyata Mandiri Terbentur Dana, Kepsek: Pemda Tolong Bantu

Portal PPDB SMPN 2 Manokwari dibuka mulai pukul 07.30 WIT.

Pada pukul 09.30, portal ditutup karena telah memenuhi kuota pendaftaran sebanyak 224 orang.

Kuota peserta didik mencakup 60 persen putra daerah dan 40 persen non- putra daerah.

"Karena tahun ini kita hanya buka untuk tujuh rombongan belajar, dengan satu kelas tampung 32 siswa," ungkap Margriet Pondajar saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Senin (3/7/2023) siang.

Ia menyebut, usai memenuhi kuota , panitia melakukan seleksi berkas untuk mengetahui adanya pendobelan atau tidak.

Setelah itu, portal PPDB SMPN 2 Manokwari resmi ditutup pada pukul 10.00 WIT.

Ia mengakui, setelah situs website PPDB resmi ditutup, beberapa orang tua/wali calon siswa mendatangi SMPN 2 Manokwari.

Guna meminta kebijakan sekolah agar calon siswa diterima di salah satu SMP penyandang sekolah Adiwiyata nasional itu.

Untuk itu, Margriet Pondajar menyebut, pihaknya mengarahkan para orang tua/wali calon siswa mengadukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari.

"Pada prinsipnya kita pasti akan terima, karena hak mereka. Tetapi, sekolah tetap menunggu petunjuk dinas," terang dia.

Untuk mengakomodasi para calon siswa yang diyakininya pasti melebihi kuota, ia mengaku pihak sekolah akan membenahi ruang kelas.

Terutama merenovasi beberapa ruang sekolah yang sebelumnya tidak digunakan, menjadi ruang kelas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved