Berita Manokwari

Dinas Kesehatan Manokwari Temukan 745 Kasus HIV, Pemerintah Gencar Deteksi Dini

saat ini mekanisme pemeriksaan HIV dipermudah. Puskesmas bisa menjadi pelayanan, perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) mandiri

TribunPapuaBarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
HIV MANOKWARI - Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Manokwari Rahimi saat diwawancarai di Manokwari, Senin (24/7/2023). Ia menyebut, hingga Juli 2023, sudah ada 745 kasus positif HIV. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARIDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat melaporkan, hingga Juli 2023 ada 745 kasus positif Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Manokwari Rahimi mengatakan, data tersebut akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Rahimi menyebut, 60 persen dari 745 orang dengan HIV (ODHIV) tersebut rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dalam pengawasan Dinkes Manokwari.

Baca juga: Masyarakat Diminta Manfaatkan 88 Fasyenkes di Papua Barat untuk Tes HIV/AIDS

Baca juga: Jaringan Advokasi Sehat Manokwari Dorong Pemda Gencar Skrining HIV di Pusat Keramaian

Maka dari itu, Dinkes Manokwari bersama lintas pihak terkait sedang mengakselerasi deteksi dini HIV.

Sehingga, semakin banyak orang mengetahui status HIV-nya, ODHIV mendapat pengobatan, serta ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.

“Sekarang ini kita semakin gencar, sasaran kita mulai dari hotel-hotel, LP (lembaga pemasyarakatan), Polda dan Kodam, juga kampus-kampus,” ungkap Rahimi kepada media di Manokwari, Senin (24/7/2023).

Ia mengatakan, tiap tahunnya Kemenkes RI menetapkan target jumlah orang yang diperiksa HIV sebanyak 8.000 orang.

Hingga Juli 2023, ucapnya, Dinkes Manokwari telah berhasil memeriksa 4.480 orang.

“Agustus nanti kita akan periksa di Unipa (Universitas Papua), targetnya 1.000 orang yang diperiksa HIV. Kita juga akan mendatangi STKIP Muhammadiyah,” jelasnya.

Rahimi mengatakan, saat ini mekanisme pemeriksaan HIV dipermudah. Puskesmas bisa menjadi pelayanan, perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) mandiri.

Artinya, selain orang bisa memeriksakan status HIV-nya, Puskesmas kini juga dapat memberikan ARV kepada ODHIV.

“Kalau dulu mesti dirujuk ke rumah sakit dulu,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini Dinkes Manokwari mengusulkan delapan puskesmas sebagai PDP HIV mandiri.

Di antaranya Puskesmas Sanggeng, Wosi, Sowi, Amban, Maripi, SP 4, SP 7 dan Puskesmas Pasir Putih.

Selan itu, kata dia, para konselor HIV di 15 puskesmas dan enam rumah sakit di Manokwari, juga terus dilatih untuk meningkatkan kapasitasnya.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved