Berita Kaimana
Ini Pesan Bupati Freddy Thie Buat Calon Mahasiswa Asal Kaimana dan Pemda Pekalongan
Jika ada nakal-nakalnya, saya minta jangan ditendang, tetapi dijewer saja. Sebagai pembelajaran buat mereka
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Bupati Kaimana Freddy Thie beserta rombongan berkunjung ke Institute Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan, Rabu (30/8/2023) lalu.
Kunjungan ini dalam rangka mengantar sekaligus serah terima, calon mahasiswa asal Kaimana yang akan melanjutkan studi di ITS NU Pekalongan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut rektor ITS NU Pekalongan, Dr. Haryadi, M.Sc dan sejumlah civitas akademik serta jajaran Pemda Pekalongan.
Baca juga: Pemkab Kaimana Kuliahkan 68 Mahasiswa di Institut Imu Kesehatan Bhakti Wiyati Kediri
Baca juga: Pemkab Kaimana Segera Gelar Seleksi P3K Guru dan Tenaga Kesehatan, Berikut Lokasinya
Di depan Rektor Institute Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan serta sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Pekalongan,
Bupati menjelaskan jika Pemda Kaimana sangat fokus perihal penguatan sumber daya manusia.
Maka, salah satu yang terus didorong yaitu, sektor pendidikan.
“Saya sangat fokus pada sektor pendidikan. Program kita (Pemda Kaimana) wajib belajar 12 tahun gratis ditanggung oleh Pemda serta untuk mahasiswa ada bantuan semester, studi akhir dan bantuan studi langka,” jelas Bupati dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPapuabarat.com, Selasa (5/9/2023).
Bupati mengatakan kultur orang Jawa khususnya Pekalongan dan Papua tentu berbeda.
Di tahun-tahun awal memang sulit, akan tetapi menurut Bupati itulah konsekuensi sebagai makhluk sosial.
Sehingga Bupati berharap kepada calon mahasiswa asal Kaimana bisa berbaur dan menyesuaikannya.
“Saya berharap anak-anak juga bisa beradaptasi dan bisa menyesuaikan diri dengan kultur sosial dan budaya yang ada di sini (Pekalongan)”, ujar Bupati Freddy Thie.
Kepada Pemda Pekalongan, Bupati Freddy Thie menitipkan calon mahasiswa asal Kaimana.
Ia meminta agar Pemda Pekalongan bisa menganggap mereka sebagai anak-anak Pekalongan dan memberikan nasehat dan arahan kepada mereka.
“Anggaplah mereka anak-anak Kaimana ini sebagaimana anak-anak Pekalongan juga. Jika ada nakal-nakalnya, saya minta jangan ditendang, tetapi dijewer saja. Sebagai pembelajaran buat mereka”, pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.