Bapak dan Anak Jadi Korban Pembacokan
Korban Pembacokan di Kaimana Alami Enam Luka Bacok
Selain itu, kata Billy, DR (34) juga akan melakukan rontgen. Hal itu bertujuan untuk mengetahui keadaan paru-paru korban.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Billy-Sitanggang.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - DR (34) salah satu korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh ayahnya sendiri, menjalani perawatan medis di IGD RSUD Kaimana.
Korban mengalami luka sayatan di beberapa bagian tubuh.
Yakni, perut bagian kanan, tulang belakang, bahu, kepala, dan punggung.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Paruh Bayah di Kaimana Nekat Bacok Anak dan Cucunya
Baca juga: Korban Pembacokan di Kaimana Ternyata Berusia 6 Bulan: Alami Patah Tulang
Dokter IGD RSUD Kaimana Billy Sitanggang mengatakan, akibat luka itu, korban mendapat kurang lebih 60 jahitan medis.
"Kurang lebih 60 jahitan, karena alami enam luka sayatan pada bagian tubuh," ungkap Billy kepada TribunPapuaBarat.Com di IGD RSUD Kaimana, Senin (11/9/2023).
Selain itu, kata Billy, DR (34) juga akan melakukan rontgen.
Hal itu bertujuan untuk mengetahui keadaan paru-paru korban.
Kendati demikian, sambung Billy, DR dan anaknya, CR yang menjadi korban pembacokan dalam keadaan baik.
"Kalau untuk anak korban CR, kami harus rawat. Sebab, masih berusia enam bulan,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya harus memastikan kondisi hemoglobinnya, akibat bacokan tersebut.
Lebih lanjut Billy mengatakan, CR mengalami luka bacok di kaki bagian kiri.
Tak hanya itu, CR juga mengalami patah tulang kaki kiri.
“Untuk CR, 15 jahitan medis,” tandasnya.
Sebagai informasi, kejadian ini terjadi di rumah korban di kawasan Bumsur, Distrik Kaimana, Kaimana, Papua Barat, Senin (11/9/2023) pagi.
Pelaku diduga merupakan ayah dari korban DR (34).
Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung menyelamatkan korban beserta anaknya.
Sementara terduga pelaku, langsung diamankan ke Polsek Kaimana.
Sementara itu, Kapolres Kaimana AKBP Gadug Kurniawan, membenarkan peristiwa itu.
Gadug pun telah memerintahkan anggotanya melakukan pengecekan ke TKP.
(*)