Minggu, 12 April 2026

Berita Fakfak

Berikut Pengakuan Pelaku Penyerangan Distrik Kramomongga

Menurut Daniel, jaringan terafiliasi Kelompok Kriminal Bersenjata telah lama ada di Kabupaten Fakfak, dan kali ini ingin menunjukkan eksistensinya

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Berikut Pengakuan Pelaku Penyerangan Distrik Kramomongga
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
PENGAKUAN PELAKU - Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyebutnya jaringan terafiliasi KKB di Fakfak telah ada sejak lama dan kali ini ingin menunjukkan eksistensinya, Rabu (13/9/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Polda Papua Barat terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan Distrik Kramomongga, Fakfak.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa pelaku yang berhasil ditangkap.

Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan tindakan terukur kepada para pelaku yang mencoba menyerang petugas.

Baca juga: Kapolda Sebut Satu Pelaku Penyerangan Distrik Kramomongga Miliki Keterampilan Khusus Berperang

Baca juga: Bukan Dana Desa, Polisi Ungkap Motif Penyerangan Distrik Kramomongga Fakfak

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui beberapa aksi yang sempat menghebohkan Kota Pala, merupakan perbuatan mereka.

Yakni, pembakaran SD Mamur, SMPN 4 Kokas, Kantor Distrok Kramomongga, Distrik Fakfak Tengah hingga penganiayaan Kepala Distrik Darson Hegemur.

"Itu berdasarkan pengakuan pelaku yang berhasil kami tangkap," kata Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Fakfak, Rabu (13/9/2023).

Menurut Daniel, jaringan terafiliasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah lama ada di Kabupaten Fakfak, dan kali ini ingin menunjukkan eksistensinya. 

Sebab, dari data yang dimiliki kejadian semacam ini bukan baru sekali terjadi di Fakfak.

Kejadian serupa pernah terjadi pada 2019 dan dilakukan penindakan. 

"Mungkin karena tidak dilakukan pembersihan secara menyeluruh, maka sisa-sisanya masih ada, berakar dan berkembang lagi," ujarnya.

Kapolda Daniel juga menyebutkan, satu pelaku yang berasal dari Timika Papua Tengah, dimungkinkan berpindah-pindah. 

Karena masih masuk dalam pencarian Polda Papua.

Jenderal berdarah Batak itu menuturkan, dari hasil pertemuan pihaknya bersama tokoh masyarakat, tokoh adat termasuk raja-raja bersama Bupati Fakfak Untung Tamsil, telah diputuskan untuk memperkokoh kembali eksistensi pemerintahan.

"Termasuk pemerintahan yang ada di desa, distrik sampai pada di kabupaten. Untuk mengecek nilai-nilai dan menanamkan kembali rasa keindonesiaan dari pendidikan paling dasar," ungkapnya.

Lanjut Daniel, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku yang berasal dari Timika merupakan bagian dari KNPB.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved