Berita Manokwari
Hermus Indou: 10 Menit Bertemu Presiden Jokowi Membawa Perubahan Besar untuk Manokwari
Tetapi, memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mewujudkan Manokwari sebagai role model pembangunan sekaligus pusat peradaban.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Bupati Manokwari periode 2021-2024, Hermus Indou bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur.
Hal itu diceritakan Hermus Indou saat membawa sambutan pada momen peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Arena Publik Borarsi Manokwari, Selasa (12/9/2023).
Hadir dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dan para pimpinan Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.
Baca juga: Paulus Waterpauw Letakan Batu Pertama RTP Borarsi: Komitmen Nyata Pemerintah Menata Manokwari
Baca juga: RTP Borarsi Rampung Tahun Depan, Hermus Indou: Legasi Pemerintah dan Penuhi Janji Kampanye
Hermus menuturkan, pertemuannya terbaru dengan Presiden RI Jokowi hanya berlangsung 10 menit di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023).
Tetapi, memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mewujudkan Manokwari sebagai role model pembangunan sekaligus pusat peradaban.
“Bapak Presiden (Jokowi) menyuruh ajudannya untuk melingkar proyek yang disetujui, hasilnya ada empat usulan proyek,” kata Hermus Indou.
Ia menuturkan, keempat usulan proyek infrastrukur di Manokwari, itu di antaranya pembangunan Jembatan Jokowi Pepera 1969 dan gedung Ottow Geissler International Convention Center (OGICC) di Pulau Mansinam.
Ada juga usulan pembangunan gedung Manokwari UMKM Center dengan memanfaatkan eks kantor gubernur dan DPRD Papua Barat.
Serta, pembanguna tiga stadion mini, masing-masing di SP 2, Kampung Udapi Hilir dan di Distrik Masni.
Setelah mengantongi persetujuan dari Presiden Jokowi, Bupati Manokwari kemudian meneruskan keempat usulan proyek strategis tersebut kepada Direktur Jenderal Bina Marga dan Direktur Jenderal Cipta Karya, di Jakarta pada Jumat, (8/9/2023).
“Usulannya diterima dengan baik. Ditjen Bina Marga sudah teruskan pembangunan Jembatan Jokowi Pepera 1969 ke direktur program untuk FS (feasibility study/studi kelayakan) dan kajian,” jelasnya.
Setibanya di Manokwari, Bupati Hermus lanjut mengadakan pertemuan dengan SKPD Kabupaten Manokwari bersama perwakilan masyarakat membahas keempat proyek tersebut, pada Senin (11/9/2023).
Dalam kesempatan itu, ia membeberkan, keempat proyek pembangunan infrastruktur tersebut akan berdampak besar bagi masyarakat Manokwari.
Kehadiran Jembatan Pepera Jokowi 1969, selain akan menjadi ikon Manokwari, tetapi sekaligus menjadi legasi pemerintah yang memimpin.
"Juga menanamkan nilai historis integrasi Papua ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," ungkapnya.
Sementara untuk Manokwari UMKM Center, ia mengaku, pembangunannya untuk menyediakan infrastruktur yang memadai bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produknya.
Sehingga, mengerek pendapatan per kapita masyarakata dan pendapatan asli daerah Kabupaten Manokwari.
“Ada gedung Ottow Geissler International Convention Center di Pulau Mansinam supaya kita meninggalkan cara konvensional saat HUT Pekabaran Injil,” urai Hermus Indou.
Ia menyebut, peringatan HUT Pekabaran Injil yang jatuh pada 5 Februari tiap tahunnya, masyarakat kewalahan mobilisasi tenda dan peralatan lain ke Pulau Mansinam.
Belum lagi dengan tumpukan sampah yang menggunung.
Oleh sebab itu, menyediakan bangunan dengan fasilitas lengkap di Mansinam, bagi Hermus adalah keniscayaan.
“Stadion mini juga harus dibangun untuk mendukung potensi olahraga kita di Manokwari. Karena ada anak-anak kita yang sudah bisa masuk Timnas Indonesia,” tuturnya.
Ia pun mengakui, pembangunan infrastruktur skala besar, itu tidak dapat selesai dalam hitungan satu atau dua tahun.
Tetapi, menurut dia, memperjuangkan usulannya hingga ke Presiden Jokowi, layaknya menanam benih baik.
"Butuh tiga sampai empat tahun, tapi harus dikerjakan mulai dari sekarang," ungkapnya.
“Kita sudah mulai dengan Pasar Sanggeng dan RTP Borarsi. Setidaknya, tiap tahun ada hasil-hasil pembangunan,” tandas Hermus Indou.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.