Fakfak Dukung Investasi Pupuk

Marthen Wouw Harap CSR Pupuk Kaltim Punya Kontribusi Positif untuk Fakfak

Kami berharap perusahaan ini beroperasi maka lapangan kerja akan terbuka luas dengan tetap memprioritaskan tenaga kerja anak-anak asli Fakfak

|
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
Kepala Distrik Fakfak Timur Tengah Marthen Wouw berharap, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pupuk Kaltim memiliki kontribusi positif untuk Kabupaten Fakfak Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kepala Distrik Fakfak Timur Tengah Marthen Wouw berharap, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pupuk Kaltim memiliki kontribusi positif untuk Kabupaten Fakfak Papua Barat.

"Pada prinsipnya masyarakat menerima kehadiran investasi pupuk di Fakfak, namun memang pada mulanya wilayah beroperasinya industri ini direncanakan di Distrik Fakfak Timur dan Fakfak Timur Tengah," kata Marthen saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Minggu (17/9/2023).

Namun karena ada faktor teknis termasuk persoalan jarak, maka tidak jadi didirikan di Distrik Fakfak Timur dan Fakfak Timur Tengah.

Baca juga: Komisi III DPRD Fakfak Sebut Investasi Pupuk Kaltim Rp 30 Triliun Mampu Dongkrak Ekonomi Warga 

Baca juga: Dukung Investasi Pupuk, Masyarakat Adat Fakfak Timur dan Timur Tengah Identifikasi Hak Ulayat 

"Setelah dipindahkan ke Distrik Arguni dan Kokas, kami tetap bersyukur yang terpenting dapat mendatangkan manfaat positif bagi kepentingan daerah, termasuk melalui program CSR-nya itu," pinta Marthen.

Ia mengemukakan masyarakat di Distrik Fakfak Timur Tengah juga telah dengan hati yang bersih menerima kehadiran Pupuk Kaltim.

"Meskipun memang seperti yang sudah saya katakan tidak jadi didirikan di Fakfak Timur Tengah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, DPRD dan masyarakat adat yang telah bahu membahu menyatukan pikiran untuk menghadirkan investasi senilai Rp 30 triliun itu di Fakfak.

"Kami berharap perusahaan ini beroperasi maka lapangan kerja akan terbuka luas dengan tetap memprioritaskan tenaga kerja anak-anak asli Fakfak dan mampu menjawab tantangan daerah ke depan," harapnya.

Menyadari ini investasi jangka panjang, Marthen berharap pihak perusahaan dapat sepenuhnya memikirkan kompensasi, tak hanya soal ganti rugi berupa uang tunai tetapi juga peningkatan SDM unggul.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved