Kemenag Papua Barat
Kemenag Kota Sorong Gelar Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen dan Moderasi Beragama
Luksen berharap, pimpinan gereja agar tetap mengedepankan dialog dan kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dialog-Umat-Kristen.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG – Kantor Kementerian Agama Kota Sorong menggelar dialog kerukunan intern umat Kristen dan pembinaan moderasi beragama Kristen di Hotel Vega, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (23/9/2023).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat Luksen Jems Mayor menegaskan, moderasi beragama sangat penting.
Stak hanya itu sambung Luksen, moderasi beragama harus dijunjung agar pelayanan dalam bergereja dapat berjalan dengan baik.
Baca juga: Gemar Papeda Kemenag Papua Barat Dapat Dukungan dari Bank Indonesia
Baca juga: Kemenag Papua Barat Segera Luncurkan KO-TOP Gemar Papeda, Program Pemberdayaan Ekonomi Warga
"Tugas Kementerian Agama adalah mengadministrasikan sesuai aturan yang berlaku dalam kegiatan keagamaan," jelasnya.
"Termasuk dikalangan umat Kristen yang mempunyai banyak sekte dan organisasi lembaga Kristen yang cukup banyak termasuk di Kota Sorong," sambungnya.
Menurut Luksen, kerukunan antar umat Kristen perlu dijaga.
Sehingga, umat Kristen dapat tetap hidup bersama dengan rukun dan damai satu sama lain, meski berbeda aliran atau sekte.
Luksen berharap, pimpinan gereja agar tetap mengedepankan dialog dan kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi saat ini.
Sebab, dinamika yang sedang berkembang dalam penyiaran, penyebaran dan pendirian organisasi baru terindikasi kurang berpedoman pada aturan yang berlaku cukup tinggi antara sesama anggota gereja, akibat kurangnya komunikasi.
Luksen juga mengimbau, pimpinan gereja sebagai mitra kerja dapat membantu pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap umat.
"Mari kita jaga Papua Barat terutama Kota Sorong agar tetap aman, tentram dan damai. Selesaikan semua masalah dengan musyawarah sehingga tercipta kerukunan yang dapat mendukung kemajuan dan pembangunan di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya," pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong Rofiul Amri mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaunching satu gerakan yang dinamakan Gerakan Masyarakat Papua Penuh Damai (GEMAR PEPEDA).
Gerakan itu sebagai kepedulian terhadap Orang Asli Papua (OAP) dengan sasaran belanja hasil kebun dari mama-mama Papua.
Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan dialog tersebut pejabat E
Eselon IV di lingkungan Kemenag Kota Sorong, pimpinan denominasi gereja dan lembaga keagamaan.
(*)