Pasar Wosi di Palang
Ratusan Pedagang Asal Pegaf Terpaksa Jualan di Trotoar Jalan Trikora Wosi, Ini Penyebabnya
Ia mengakui bahwa aksi pemalangan tersebut sangat menggangu kepentingan masyarakat lain yang tidak terkait dengan kelompok warga pemalang.
Penulis: Hans Arnold Kapisa | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ratusan pedagang buah dan sayuran dari Kabupaten Pegunungan Arfak terpaksa berjualan di trotoar jalan Trikora Wosi, Manokwari.
Pemandangan itu terlihat sejak Rabu, (4/10/2023) pagi, setelah akses jalan masuk ke kawasan Pasar Wosi Manokwari dipalang oleh kelompok warga setempat.
Erson Muit, salah seorang pedagang buah dari Pegunungan Arfak mengaku tidak ada pilihan lain, selain menjajakan dagangannya di trotoar jalan.
Baca juga: Hukuman Penjara 9 Tahun Bagi Masyarakat yang Palang Jalan
Baca juga: BREAKING NEWS: Askes Menuju Pasar Wosi Manokwari Dipalang
"Kendaraan yang kami tumpangi tidak bisa masuk ke pasar, karena jalan di palang sejak pagi tadi," ujarnya.
Ia mengakui bahwa aksi pemalangan tersebut sangat menggangu kepentingan masyarakat lain yang tidak terkait dengan kelompok warga pemalang.
"Kalau mau palang, silahkan di tempat yang dianggap bermasalah atau belum dilunasi. Jangan palang jalan umum, karena kami yang mencari nafkah dengan berjualan tidak terkait dengan tuntutan tersebut," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah setempat agar mencari solusi terbaik sehingga aksi serupa tidak terulang lagi.
Pantauan Tribun, empat titik akses masuk ke pasar dan terminal Wosi Manokwari dipalang menggunakan timbunan material.
Hingga saat ini Polisi masih melakukan negosiasi dengan kelompok warga yang melakukan pemalangan.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.