Berita Papua
DP3A Papua Barat Targetkan Semua Kampung Ramah Perempuan dan Anak: Melalui Posyandu
kecukupan gizi bagi ibu hamil merupakan wujud pemberdayaan perempuan itu sendiri.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Elsina-Sesa-2.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat, Elsina Y Sesa menyatakan kampung ramah perempuan dan anak ditargetkan terjadi di seluruh kampung se-Papua Barat.
Sementara, program ramah perempuan dan anak dapat dikendepankan melalui Posyandu.
Lanjut Elsina, pemenuhan gizi dan pelayanan Posyandu merupakan wujud perlindungan yang baik kepada anak dan perempuan, khususnya perempuan hamil dan ibu kurang gizi.
Baca juga: Kampung Watari dan Margomulyo Jadi Desa Pencanangan Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Baca juga: Elsina Sesa: Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Mansel Bentuk Komitmen Pemerintah
Dengan begitu, ia berharap program nasional khususnya penanganan stunting dapat turun jumlah kasusnya.
Menurutnya pula, kecukupan gizi bagi ibu hamil merupakan wujud pemberdayaan perempuan itu sendiri.
"Jadi haknya dilindungi oleh negara dan diberdayakan jangan sampai mereka kurang gizi dan melahirkan dengan baik," kata Elsina saat diwawancarai wartawan di Aston Niu Hotel Manokwari, Senin (9/10/2023).
Lebih lanjut Elsina mengatakan, program ramah perempuan dan anak melalui Posyandu adalah gerakan bersama dengan melibatkan berbagai unsur.
(*)