Berita Fakfak
Dinkes Fakfak Ajak Warga Cegah Penyebaran HIV dengan Perilaku Sehat
Pada prinsipnya harus berperilaku seks dengan aman, kewaspadaan standar pada tenaga kesehatan, serta harus memakai APD standar, hingga skrening darah
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Nani-Sri-Untari-1.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Fakfak, mengajak masyarakat mencegah penyebaran penyakit menular seksual HIV dengan berperilaku sehat.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Fakfak, Nani Sri Untari mengatakan masyarakat berperan penting untuk mambantu meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.
"Meskipun, penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar dapat disembuhkan," ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Rabu (18/10/2023).
Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kaimana Meningkat, Arifin Sirfefa: Pemerintah Lakukan 5 Langkah Pencegahan
Baca juga: Karang Taruna Kaimana Gelar Penyuluhan dan Screening HIV/AIDS ke Petugas Kebersihan
Ia menambahkan, HIV merupakan salah satu virus yang dapat memperlemah sistem kekebalan atau imunitas pada tubuh manusia.
"Mari kita sama-sama bentuk kesadaran bersama, bahwa penyakit ini tentu bisa menurunkan kualitas hidup seseorang," ucapnya.
Nani mengemukakan, orang yang terpapar virus HIV pada umumnya cenderung masih kelihatan sehat.
"Namun butuh waktu bertahun-tahun, lalu orang tersebut akan merasakan gejala-gejala seperti daya tahan tubuh yang menurun," ucapnya .
Termasuk pula, bisa menimbulkan potensi berbagai penyakit oportunistik yang bisa masuk ke dalam tubuh penderita.
"Penularan virus HIV dapat melalui darah, cairan mani, cairan vagina, maupun melalui air susu ibu," katanya.
Disinggung soal warga Fakfak yang terdeteksi HIV, hingga saat ini tercatat kurang lebih hampir 600 orang.
"Dari jumlah kasus tersebut, perkembangan kasus HIV di Fakfak mengalami fluktuasi, rata-rata pertahunnya pasti ada saja tambahan jumlah orang yang terdampak virus HIV," tambahnya.
Ia menyebutkan, terdapat upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat sehingga HIV tidak dapat tertular ke tubuh manusia.
"Pada prinsipnya harus berperilaku seks dengan aman, kewaspadaan standar pada tenaga kesehatan, serta harus memakai APD standar, hingga skrening darah donor," katanya.
Termasuk dikatakannya, melalui program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.
"Kemudian bagi masyarakat yang telah terpapar Virus HIV, dapat mengkonsumsi ARV," pintanya.
Masyarakat lainnya juga diminta tidak boleh mendiskriminasi ODHIV tetapi harus dirangkul.
(*)