Jumat, 24 April 2026

Berita Fakfak

Usaha Warung Padang di Fakfak Waspada Dampak Kenaikan LPG Non-Subsidi

sebagai pedagang ia harus menghitung ulang biaya operasional sebelum menentukan harga makanan yang dijual

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Usaha Warung Padang di Fakfak Waspada Dampak Kenaikan LPG Non-Subsidi
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
FAKFAK - Seorang pedagang makanan khas Padang di Kota Fakfak Papua Barat, Daud, saat melayani pembeli di warung tempat usahanya di Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak Papua Barat, Kamis (23/4/2026) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Pelaku usaha rumah makan dan warung Padang di Kabupaten Fakfak mulai menyikapi kenaikan harga LPG non-subsidi secara nasional yang berdampak hingga ke daerah..

Daud, salah seorang pemilik warung makan di Jalan Dr. Salasa Namudat, Fakfak, mengaku belum sepenuhnya mengetahui detail kenaikan harga LPG.

“Iya dengar-dengar begitu, tapi saya belum beli gas lagi, masih ada stok,” ujarnya saat ditemui TribunPapuaBarat.com, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, sebagai pedagang ia harus menghitung ulang biaya operasional sebelum menentukan harga makanan yang dijual.

Baca juga: Di Fakak Harga Bright Gas LPG Naik Signifikan Imbas Penyesuaian BBM Non-Subsidi

“Yah mesti ada hitung-hitungannya. Kalau tidak, ya kita cari alternatif lain supaya jangan langsung menaikkan harga makanan,” tuturnya.

Namun, Daud tidak menutup kemungkinan jika kondisi terus memburuk dan harga LPG tetap tinggi, usaha warung makan bisa terpaksa ditutup.

“Semoga ke depan situasi semakin baik agar kita yang jualan ini juga enak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia bersyukur daya beli masyarakat masih cukup tinggi.

Lokasi usahanya yang berada di tepi jalan membuat warungnya tetap ramai dikunjungi.

“Setiap hari pasti ada saja yang mampir makan, baik orang kantoran maupun warga sekitar,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved