Cara Membuat Papeda, Warisan Budaya Tak Benda Papua Barat yang Jadi Google Doodle Hari Ini
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) menetapkan papeda sebagai warisan budaya tak benda Papua Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Papeda-yang-disajikan-dengan-kuah-kuning.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Papeda yang menjadi Google Doodle hari ini, Jumat (20/10/2023), adalah satu di antara makanan khas masyarakat Papua, termasuk Papua Barat.
Bahkan, pada 20 Oktober 2015, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) menetapkan papeda sebagai warisan budaya tak benda Papua Barat.
Makanan yang berbahan pokok sagu ini masuk kategori kemahiran dan kerajinan tradisional.
Tekstur papeda kenyal dan lengket yang biasanya dihidangkan menggunakan dalam gerabah atau ebehele menurut sebutan orang Papua.
Berikut cara membuat papeda versi chef Ahmad Lessy utusan Papua mendemonstrasikan cara membuat papeda asli Papua dalam acara Chef Expo di JIExpo Kemayoran, 23 Oktober 2021.
Baca juga: Merayakan Papeda Jadi Google Doodle Hari Ini, Warisan Budaya Tak Benda dari Papua Barat
Bahan papeda:
1 kilogram sagu
1 liter air
Cara membuat papeda:
1. Rendam sagu di dalam ebehele atau gerabah menggunakan air mendidih selama 10 menit.
Setelah air rendaman terpisah dari sagu, buang sebagian air rendaman. "Sisakan sedikit saja agar sagunya terlalu encer," ujarnya.
2. Aduk cepat sagu yang sudah direndam memakai hiloy atau garpu berbahan kayu dengan kecepatan konstan.
Proses mengaduk tepung sagu dilakukan dengan arah melingkar. "Harus cepat. Kalau tidak, nanti papeda tidak jadi," kata Ahmad Lessy.
3. Apabila sagu sudah terlihat lengket dan sulit untuk diaduk, papeda pun siap dihidangkan.