Tikar Adat Rekonsiliasi, Ali Hindom: Jangan Ada Lagi Tragedi Distrik Kramongmongga
"Dalam tikar adat itu kita berkumpul semua dari kampung-kampung duduk di atas tikar dan dipimpin oleh tetua adat," kata Ali Hindom
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Gelaran-tikar-adat-rekonsiliasi-perdamaian.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Fakfak, Ali Hindom, menegaskan jangan ada lagi tragedi Kramongmongga setelah gelaran tikar adat rekonsiliasi.
"Kami berdoa dan berharap untuk jangan ada lagi kejadian keji semacam tragedi di Distrik Kramongmongga di masa yang akan datang," katanya saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Senin (23/10/2023).
Menurutnya, gelaran tikar adat rekonsiliasi perdamaian dan pemulihan negeri Mbaham Matta Fakfak pasca peristiwa di Distrik Kramongmongga dapat terlaksana, berjalan lancar, dan penuh hikmat.
"Dalam tikar adat itu kita berkumpul semua dari kampung-kampung duduk di atas tikar dan dipimpin oleh tetua adat untuk Ketua LMA untuk melakukan prosesi adat," ujarnya.
Baca juga: Kejari Fakfak Kembalikan 6 Berkas Pelaku Penyerangan Distrik Kramongmongga: 2 Masih Diteliti
Baca juga: Kunjungi Distrik Kramongmongga, Kapolres Fakfak Beri Motivasi Moril kepada Para Personel
Dalam kesempatan gelaran tikar adat itu, ada persembahan kepada Tuhan Allah berupa uang dan emas negeri yang akan diberikan juga kepada keluarga korban penyerangan Distrik Kramongmongga.
"Ini menjadi suatu keharusan secara adat dan tokoh-tokoh agama berkumpul berdoa bersama dan mengaku kesalahan-kesalahan serta minta ampunan," katanya.
Dengan adanya rekonsiliasi damai tersebut, FKUB Fakfak berharap Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi aman, tenteram, dan kembali rukun serta damai.
"Ini semua ada di tangan masyarakat Kabupaten Fakfak dari batas kabupaten di Tanjung Van Den Bosch Karas Pulau Tinggi sampai tanah rata Tomage. Marilah kita menyongsong Pemilu 2024 dengan menjaga keamanan," ujar Ali Hindom.(*)