Pemprov Papua Barat
Paulus Waterpauw dan 36 Tahun Pengabdian Tanpa Pernah Cuti
Paulus Waterpauw mengaku, ia masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat akan ditugaskan ke mana setelah pensiun.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-soal-fakfak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw memasuki usia pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN), ketika berulang tahun yang ke-60 pada Rabu, (25/10/2023).
Pria kelahiran Fakfak (Papua Barat), 25 Oktober 1963, itu mengaku, selama 36 tahun pengabdiannya, ia tidak pernah mengambil cuti.
“Sejak saya Letnan Dua sampai (Jenderal) Bintang Tiga, sampai pensiun dua tahun lalu (dari Kepolisian) sekarang masih bekerja. Artinya semangat yang selalu saya pegang," ungkapnya.
Baca juga: Paulus Waterpauw Tiup Lilin dan Potong Kue di GOR Sanggeng, Ini Pesannya ke Generasi Muda
Baca juga: Paulus Waterpauw Dapat Gelar Tnitu Aisinya Mansare, Ini Maknanya
Ia mengakui, dalam kurun 36 tahun pengabdian tak lepas dari rasa jenuh dan cape.
Tapi, asa sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan juga harapan rakyat, membuat Paulus Waterpauw berdiri tegap melaksanakan kewajibannya.
"Suatu kepuasan bagi saya kalau pekerjaan selesai," ujar eks Kapolda Papua dan Papua Barat itu.
Paulus Waterpauw mengaku, ia masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat akan ditugaskan ke mana setelah pensiun.
Pada intinya, ia menyebut, akan patuh terhadap perintah laiknya mental seorang prajurit yang selama ini dipegang teguh.
“Menunggu keputusan (Pemerintah) Pusat, apakah hari ini (25/10) atau terhitung mulai 1 November (2023),” tutur mantan Kapolda Sumatera Utara itu.
Menurut dia, sebagai seorang pengabdi dan pelayan masyarakat, maka harus menyisihkan gengsi.
Jenderal bintang tiga, itu mengaku, pola pikir tersebut telah ditanamkan sejak ia lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang serba biasa.
Paulus Waterpauw tidak menampik jika DPD Partai Golkar Papua Barat telah merekomendasikan dirinya menjadi calon Gubernur Papua Barat pada Pemilu 2024.
Rekomendasi itu telah digaungkan dalam rapat pimpinan dan rapar kerja DPD Partai Golkar Papua Barat, di Manokwari, Sabtu (14/10/2023).
“Itu juga masih menunggu petunjuk. Mereka (Partai Golkar) juga pasti akan konsultasi dengan saya, soal kesanggupan juga,” tuturnya.
Kepada siapa pun yang menggantikannya, ia hanya berpesan untuk mempertahankan semangat yang diwujudkan dalam program-program nyata untuk masyarakat.
“Jangan kendor, tetap ngegas terus,” pungkas Paulus Waterpauw.
Sebagai informasi, Paulus Waterpauw dilantik menjadi Pj Gubernur Papua Barat Keputusan Presiden RI pada Kamis, (12/52022).
Genap setahun masa tugas, Paulus Waterpauw menerima SK perpanjangan masa jabatan sebagai Pj Gubernur Papua Barat yang tertuang dalam Keppres Nomor 39/P/Tahun 2023.
SK diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada Paulus Waterpauw, di Jakarta, pada Jumat (12/5/2023).
Profil Paulus Waterpauw
Mengutip dari laman Tribunnews.com, Paulus adalah seorang purnawirawan Polri, yang pensiun pada November 2021 lalu.
Jabatan terakhirnya di Polri sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Paulus Waterpauw pindah ke Surabaya ketika usianya 10 tahun.
Ia menamatkan pendidikan Sekolah Dasar di YPK (Yayasan Pendidikan Kristen) Surabaya dan pada 1977.
Paulus Waterpauw lalu melanjutkan ke SMP Negeri 6 Surabaya (1980) dan SMA Negeri 5 Surabaya (1983).
Setelah lulus SMA, Paulus Waterpauw melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 1987.
Ia melanjutkan ke Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian PTIK (1996).
Paulus Waterpauw lalu melanjutkan studi ke Sekolah Staf dan Pimpiman Polri (Sespim) tahun 2002.
Selain itu, ia pernah mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan lulus tahun 2014.
Paulus Waterpauw menikah dengan wanita asal Sumatera Utara bernama Roma Boru Pasaribu.
Karir Paulus Waterpauw
Setelah lulus Sespim, Paulus Waterpauw kembali ke tanah kelahiran.
Ia dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika.
Dua tahun kemudian, Paulus Waterpauw berganti menjabat sebagai Kapolresta Jayapura.
Ia lalu menduduki posisi sebagai Wakabaintelkam Polri, sebelum menjabat Kapolda Sumatera Utara pada 2017.
Satu tahun kemudian, Paulus Waterpauw dimutasi ke Lembaga Pendidikan Polri di Lemhanas.
Pada 2019, Paulus Waterpauw ditunjuk sebagai Kapolda Papua.
Riwayat Jabatan Paulus Waterpauw
- Pamapta Polresta Surabaya Timur Polda Jatim: 08-12-1987
- Wakasat Serse Polresta Surabaya Timur Polda Jatim: 27-12-1988
- Kanit Interkrim Sat IPP Polwiltabes Surabaya Polda Jatim: 12-12-1990
- Kasat Intelpam Polres Mojokerto Polda Jatim: 02-12-1992
- Kasat Ops Puskodalops Polda Kalteng: 27-12-1997
- Paban Muda Pada Paban IV/Kam Sintel Polri: 21-12-1998
- Kapolsek Metro Menteng Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya : 01-04-2000
- Kapuskodal Ops Polres Jakarta Pusat: 01-12-2000
- Wakapolres Tangerang Polda Metro Jaya: 05-09-2001
- Pamen Sespim Dediklat Polri: 08-05-2002
- Kapolres Mimika Polda Papua: 14-12-2002
- Kapolres Jayapura Kota Polda Papua: 21-10-2005
- Direskrim Polda Papua: 17-02-2006
- Penyidik Utama TK II Dit III/Kor dan WWC Bareskrim Polri: 13-02-2009
- Widyaiswara Madya Sespim Polri: 24-08-2010
- Widyaiswara Madya Sespim Polri: 29-09-2010
Tanda Jasa yang Diterima Paulus Waterpauw
- Bintang Bhayangkara Pratama
- Bintang Bhayangkara Nararya
- Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun
- Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun
- Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun
- Satya Lencana Jana Utama
- Satya Lencana Dwidya Sistha
- Satya Lencana Dharma Nusa
(*)