Dugaan Manipulasi Seleksi PPPK
BREAKING NEWS -Pemuda Katolik Adukan Dugaan Manipulasi Berkas Seleksi PPPK ke DPRD Kaimana
Menurutnya, dugaan manipulasi berkas seleksi PPPK itu adalah dengan menerbitkan surat pengalaman kerja kepada satu oknum pelamar.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ketua-Pemuda-Katolik-Komcab-Kaimana-Petrus-Jimmy-Rumlus.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Pengurus Pemuda Katolik Komcab Kaimana, Papua Barat mengadukan dugaan manipulasi berkas administrasi seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ke Komisi A DPRD Kaimana, Jumat (27/10/2023).
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kaimana, Petrus Jimmy Rumlus, mengatakan dugaan manipulasi berkas administrasi PPPK Kesehatan terjadi di satu puskesmas di Kabupaten Kaimana.
Menurutnya, dugaan manipulasi berkas seleksi PPPK itu adalah dengan menerbitkan surat pengalaman kerja kepada satu oknum pelamar.
"Kami telah mengumpulkan (bukti) dan menyerahkan barang bukti kepada DPRD Kaimana dalam hal Ini Komisi A,” katanya kepada TribunPapuabarat.com via seluler, Jumat (27/10/2023).
Baca juga: Pemda Teluk Bintuni Buka Seleksi PPPK 2023 untuk Guru dan Tenaga Kesehatan
Baca juga: BKKBN Papua Barat Buka 21 Formasi PPPK, Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Pemuda Katolik, ucap Petrus Jimmy Rumlus, mendesak DPRD Kaimana agar menindaklanjuti persoalan tersebut.
Mereka meminta agar membuka kembali dokumen persyaratan peserta pelamar itu untuk mengecek pengalaman kerjanya.
“Kami berharap, DPRD Kaimana yang memiliki fungsi legislasi agar dapat membuat aturan daerah soal batas minimal seseorang tinggal dan menetap di Kaimana."
"Itu untuk mengantisipasi agar warga belum lama menetap di Kaimana, namun telah bekerja,” ujarnya.