Dugaan Manipulasi Seleksi PPPK
Soal Dugaan Manipulasi Berkas Seleksi PPPK, Begini Respons Bupati Kaimana Freddy Thie
"Kami telah mengumpulkan (bukti) dan menyerahkan barang bukti kepada DPRD Kaimana dalam hal Ini Komisi A,” kata pengurus Pemuda Katolik
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Freddy-Thie-setelah-menghadiri-upacara-Hari-Sumpah-Pemuda.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Bupati Kaimana, Freddy Thie, menanggapi dugaan manipulasi berkas administrasi seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia mengatakan akan memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kaimana untuk mengecek kebenaran dugaan manipulasi itu.
“Saya akan perintahkan BKD untuk mengecek supaya memastikan hal-hal seperti itu,” kata Freddy Thie setelah menghadiri upacara Hari Sumpah Pemuda di Stadion Triton Kaimana, Sabtu (28/10/2023).
Jika dugaan manipulasi berkas seleksi PPPK itu terbukti, ucapnya, berkas calon pelamar tersebut harus ditolak.
Bupati telah menyarankan untuk syarat mengeluarkan pengalaman kerja minimal satu tahun kerja.
Baca juga: BREAKING NEWS -Pemuda Katolik Adukan Dugaan Manipulasi Berkas Seleksi PPPK ke DPRD Kaimana
“Kalau memang dianggap palsu harus segera ditolak. Saya sudah sampaikan ke BKD untuk menyurati. agar syarat pengalaman kerja itu jangan dua tahun. Kalau boleh, afirmasi itu cukup satu tahun, namun belum ada persetujuan," ujar Freddy Thie.
Diberitakan sebelumnya, Pengurus Pemuda Katolik Komcab Kaimana mengadukan dugaan manipulasi berkas administrasi seleksi PPPK ke Komisi A DPRD Kaimana, Jumat (27/10/2023).
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kaimana, Petrus Jimmy Rumlus mengatakan, dugaan manipulasi berkas administrasi PPPK Kesehatan terjadi di satu puskesmas di Kabupaten Kaimana.
Baca juga: BKKBN Papua Barat Buka 21 Formasi PPPK, Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Puskesmas menerbitkan surat pengalaman kerja kepada seorang oknum pelamar.
"Kami telah mengumpulkan (bukti) dan menyerahkan barang bukti kepada DPRD Kaimana dalam hal Ini Komisi A,” kata Petrus Jimmy Rumlus, Jumat (27/10/2023).
Pemuda Katolik mendesak DPRD Kaimana agar menindaklanjuti persoalan tersebut.