Pelantikan Pj Gubernur Papua Barat
Tito Karnavian: Ali Baham Temongmere Sosok "Mutiara yang Terpendam"
"Jujur, tanah Papua rindu sosok pemimpin yang mau turun ke bawah, bukan hanya ngepos di kantor, di Jakarta, Bali atau bahkan ke luar negeri," katanya
Penulis: Hans Arnold Kapisa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Tito-dan-ABM.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyebut Ali Baham Temongmere sebagai sosok mutiara yang terpendam.
Ucapan itu dilontarkan Mendagri Tito setelah melantik Ali Baham Temongmere sebagai Pj Gubernur Papua Barat menggantikan Paulus Waterpauw, Senin (1/11/2023) di Jakarta.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian, mengajak Ali Baham Temongmere ikuti jejak Paulus Waterpauw, karena paling banyak turun ke lapangan melakukan blusukan (belanja masalah).
Baca juga: Dilantik Jadi Pj Gubernur Papua Barat, Ini Pesan Ali Baham Temongmere untuk Masyarakat
Baca juga: Mudasir Bogra Ajak Masyarakat Papua Barat Berikan Dukungan ke Ali Baham Temongmere
"Jujur, tanah Papua rindu sosok pemimpin yang mau turun ke bawah, bukan hanya ngepos di kantor, di Jakarta, Bali atau bahkan ke luar negeri," katanya dikutip dari kanal youtube kemendagri.
Dari pengamatan Mendagri, bahwa Papua butuh pemimpin yang rela turun berdialog dengan masyarakat dan memahami persoalan-persoalan di tengah masyarakat.
"Dari hasil dialog itu, kemudian kita (pejabat) memberikan solusi dengan segala kewenangan dan sumberdaya yang ada," kata Mendagri.
Tito lalu berharap, Ali Baham Temongmere adalah salah satu pemimpin yang ditunggu masyarakat Papua Barat.
"Pak Ali Baham Temongmere adalah mutiara yang terpendam, karena berangkat dari Sekda Kabupaten Fakfak, sehari jabat Sekda Papua Barat kemudian hari ini dilantik sebagai Pj Gubernur. Itu luar biasa," ujar Mendagri Tito.
Kesempatan itu Tito juga meminta Pj Gubernur Ali Baham Temongmere agar menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan.
"Tolong dijaga, karena jabatan adalah kesempatan perbanyak pahala melalui kebijakan untuk mensejahterakan orang banyak dan mendatangkan ucapan syukur," ujar Mendagri Tito Karnavian.
(*)