Respons Rencana Aksi Ormas Pidar, Polres Manokwari Rapat dengan Para Tokoh Masyarakat
Kapolresta Manokwari, Kombes Pol RB Simangunsong, menyampaikan, Manokwari sebagai Kota injil, harus dilandasi dengan hal kasih.
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Polresta-Manokwari-menggelar-pertemuan-bersama-tokoh-masyarakat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polresta Manokwari menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat di Mapolresta Manokwari, Rabu (6/12/2023).
Pertemuan itu untuk merespons rencana aksi organisasi masyarakat (Ormas) Pilar Pemuda Rakyat (Pidar) Papua Barat soal kasus insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam rapat itu, Polresta Manokwari bersama tokoh masyarakat mengimbau fencana aksi itu dibatalkan.
Kapolresta Manokwari, Kombes Pol RB Simangunsong, menyampaikan, Manokwari sebagai Kota injil, harus dilandasi dengan hal kasih.
"Kita tidak boleh terpancing atau terpengaruh oleh kepentingan pihak yang ingin memecah belah kita," katanya.
Baca juga: 75 Mahasiswa Unipa GenBI Ikut Capacity Building: Dukungan BI untuk Pendidikan di Tanah Papua
Baca juga: Ini Jumlah Mahasiswa Afirmasi Dalam dan Luar Negeri Berdasarkan Catatan Dinas Pendidikan Papua Barat
Menurutnya, Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, masih aman dan kondusif.
Ia mengajak semua masyarakat untuk menjaga situasi baik di Kabupaten Manokwari itu.
Ia berharap masyarakat lebih fokus pada masa kampanye untuk memilih sosok pemimpin anutan.
"Tolong jangan diganggu agenda nasional dengan kepentingan pribadi," kata RB Simangunsong.