Berita Manokwari
PYCH Binaan BIN Dorong Pengembangan Jagung Ratusan Hektare Bersama Petani di Manokwari
Jagung hibrida ditanam di atas lahan seluas 3 hektar yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bebe Astunta.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Jagung-bersama-09.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Papua Youth Creative Hub (PYHC) menggelar penanaman jagung hibrida di Kampung Sidey Baru, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Jagung hibrida ditanam di atas lahan seluas 3 hektar yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bebe Astunta.
Koordinator PYHC, Simon Tabuni mengatakan, penanaman jagung hibrida merupakan tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo Tahun 2021 lalu.
Baca juga: Petani Milenial Papua Barat Capai 19 Ribu, Yacob Fonataba: Perlu Dibina Soal Digitalisasi
Baca juga: Pangdam XVIII/Kasuari Tanam Pohon dan Jagung serta Salurkan Bantuan di Manokwari Selatan
"Waktu itu beliau ke Sorong dan mencanangkan Papua Barat jadi sentra produksi jagung," kata Simon Tabuni, Jumat (15/12/2023).
Sejak itu, petani di Papua Barat didukung untuk terus mengembankan jagung.
Selain itu, jagung dipercaya berkaitan inflasi daerah terutama meningkatnya harga telur di pasar. Kedua komoditas ini bertemu di bidang peternakan khususnya pakan unggas.
Pengembangan jagung diyakini akan mensubstitusi pakan pabrikan menjadi pakan jagung. Pakan jagung menurut Simon Tabuni lebih ekonomis bagi peternak ayam petelur.
Bahkan, pakan jagung juga bisa dimanfaatkan untuk pakan hewan lain seperti babi.
"Kita lihat peternakan babi di Manokwari banyak juga. Makanya itu (pakan jagung) bisa jadi peluang," ungkapnya.
Adapun jagung hibrida yang ditanam merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian.
Simon Tabuni mengungkapkan sebelum mendapat bantuan, pihaknya mendata petani dan mendorong proposal petani. Petani juga didampingi Badan Intelijen Negara (BIN) khususnya di Deputi IV.
Adapun selain benih jagung hibrida piunir 12 ton, bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian juga mencakup pupuk NPK 82 ton, pupuk hayati 3.312 liter serta pestisida 1.656 liter.
Bantuan-bantuan itu diakuinya akan mendukung pertanian jagung seluas 500 hektar di tiga distrik yakni Prafi, Masni dan Sidey.
Pengelolaan jagung disebutnya akan dilakukan 48 kelompok tani.
Simon Tabuni mengharapkan bantuan dapat diatur dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan hasil jagung yang akan menurunkan harganya di pasar.