Selasa, 19 Mei 2026

Berita Manokwari

Masyarakat Pulau Mansinam Keluhkan Jam Pelayanan Puskesmas yang Singkat

Menurut dia, kebutuhan warga Mansinam yang paling mendesak adalah saat melahirkan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Masyarakat Pulau Mansinam Keluhkan Jam Pelayanan Puskesmas yang Singkat
Tribunpapuabarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
PULAU MANSINAM - Kepala Kampung Mansinam Welly Rumsayor saat saat diwawancarai di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat Selasa (6/2/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Kampung Mansinam Welly Rumsayor merasa kurang puas dengan jam pelayanan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Mansinam.

Ia menilai, pelayanan nakes di Mansinam terlampau singkat karena saban hari biasanya tiba di Pulau Mansinam pukul 10.00 WIT dan mengakhiri pelayanan pada pukul 12.00 WIT.

Padahal Puskesmas Mansinam melayani pelayanan kesehatan dasar bagi 245 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 1.400 jiwa yang tersebar di enam RT, termasuk RT Nusmapi atau Pulau Lemon.

Baca juga: Ali Baham Temongmere Sebut Badan Pengelola Mansinam Perlu Diperbaiki

Baca juga: Dapat Bantuan Miliaran Rupiah, Welly Rumsayor Ingin Masyarakat Mansinam Mandiri Kelola Pariwisatanya

Para nakes di Pulau Mansinam menetap di daerah perkotaan Manokwari, sehingga harus menempuh perjalanan laut sekira 10-15 menit menggunakan perahu motor dari Jembatan Ketapang Kwawi.

"Coba ada yang tinggal di Pulau (Mansinam) supaya kalau ada warga yang sakit bisa cepat ditangani," ujar Welly Rumsayor saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Pulau Mansinam, pada Rabu (7/2/2024).

Menurut dia, kebutuhan warga Mansinam yang paling mendesak adalah saat melahirkan.

Ketiadaan nakes yang menetap di Pulau Mansinam, membuat warga kesulitan mendapatkan bantuan penanganan melahirkan, terlebih di malam hari.

"Jadi, biasa kita dibantu dukun beranak. Setelah anaknya lahir, baru besoknya perawat dong datang," jelasnya.

Dulunya, kata dia, ada seorang mantri yang tinggal di rumah dinas Puskesmas Mansinam.

Saat itu, ia mengaku, warga tidak kesulitan mendapatkan pertolongan saat sakit di malam hari.

Tetapi setelah sang mantri pindah tugas di Puskesmas Sanggeng, kini tidak ada lagi nakes yang menetap di Pulau Mansinam.

Ia berharap, jika tidak ada nakes yang ditempatkan di Pulau Mansinam, maka setidaknya para kader posyandu juga dilatih dan diizinkan membantu proses saat ibu melahirkan.

Di samping itu, dalam Musrenbang Kampung Mansinam akhir Januari 2024 lalu, ia mengaku, telah menampung aspirasi penambahan tempat tidur dan alat kesehatan di Puskesmas Mansinam.

Melansir dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Puskemas Mansinam ddibangun bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2012, melalui program Pembinaan Upaya Kesehatan pada Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Pembangunan dilakukan oleh kontraktor pelaksana CV. Tuju Wali dan di bawah pengawasan kontraktor pengawas CV Mitra Cendana Consultant.

Ada tiga unit bangunan yang dibangun, yaitu gedung puskesmas seluas 176 meter persegi, barak paramedis seluas 96 meter persegi dan rumah dinas seluas 50 meter persegi.

Pada 2013 ketiga bangunan tersebut sudah siap untuk difungsikan dan pada 2019 Puskesmas Mansinam sudah dinyatakan terakreditasi Dasar.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved