Pemprov Papua Barat
Ali Baham Temongmere Sebut Badan Pengelola Mansinam Perlu Diperbaiki
Ali Baham Temongmere mengajak semua pihak untuk melihat ke dalam gereja sekaligus untuk membenahi organisasi yang ada.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pj-gubernur-pabar-2024-ok-ali-baham.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere mengusulkan perbaikan Badan Pengelola Pulau Mansinam.
Hal itu dinyatakan Ali Baham Temongmere saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-169 Tahun di Pulau Mansinam, Senin (5/2/2024).
Ali Baham Temongmere awalnya mengatakan dua penginjil dari Eropa yakni Carl Willem Ottow dan Johann Gottlieb Geissler, telah menanam Injil selama 169 tahun sejak berlabuh di Pulau Mansinam.
Baca juga: HUT ke-169 Pekabaran Injil di Tanah Papua, Bupati Manokwari Hermus Indou Ingatkan Makna Cinta Kasih
Baca juga: Ali Baham Temongmere: Doa Carl Willem Ottow dan Johann Gottlieb Geissler Jadi Motivasi bagi Papua
“Dan kita lihat Pulau Mansinam seperti ini, apa yang perlu kita buat lagi untuk Mansinam dan seterusnya?” tanyanya.
Ia kemudian meminta maaf kepada Gubernur Papua Barat Periode 2017-2022, Dominggus Mandacan yang juga Ketua Panitia HUT Pekabaran Injil ke-169 Tahun.
“Mohon maaf saja bapak mantan gubernur, Badan Pengelola Mansinam ini sepertinya perlu kita perbaiki lagi,” saran Ali Baham Temongmere disambut tepuk tangan.
Ia mengatakan dirinya sudah berbicara kali kedua di Mansinam. Pertama kali pada 5 November 2023 lalu atau sehari setelah ia datang di Manokwari Papua Barat.
Ali Baham Temongmere mengajak semua pihak untuk melihat ke dalam gereja sekaligus untuk membenahi organisasi yang ada.
Selain itu, ia mengusulkan supaya ada kesepakatan agar wisata rohani tidak lagi dilakukan ke luar negeri melainkan menjadikan Pulau Mansinam sebagai pusat wisata rohani.
“Harus bisa dibuat sedemikian rupa. Ini PR bagi sinode dan seluruh pemerintah di tanah Papua,” katanya.
Ali juga menyorot masalah sampah di Pulau Mansinam yang disebutnya banyak. Untuk itu, perlu ada pengaturan agar Mansinam selalu bersih dari sampah.
Pemprov Papua Barat akan mendukung sepenuhnya untuk menata lebih baik Pulau Mansinam sebagai situs bersejarah yang bernilai spiritual.
“Karena ketika orang berbicara spiritual ia akan bawa uang berapapun (untuk datang kesini),” tegasnya.
Ia mengajak semua pihak untuk duduk dan membahas perencanaan pengembangan Pulau Mansinam ke depan.
(*)