Sabtu, 11 April 2026

Berita Manokwari

Dinas Pertanian Manokwari Serius Kelola Potensi Anggrek di Distrik Mokwam

Menurut dia, bunga dan anggrek perlu dibudidaya sehingga hasilnya bisa dijual ke luar daerah.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dinas Pertanian Manokwari Serius Kelola Potensi Anggrek di Distrik Mokwam
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Libertus Manik Allo
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Manokwari, Kukuh Saptoyudo 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tanaman anggrek di Distrik (Kecamatan) Mokwam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat memiliki daya tarik estetika dan nilai ekonomi tinggi yang akan dikelola serius oleh Pemerintah Daerah Manokwari.

Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan Manokwari, Kukuh Saptoyudo mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengembangkan floriculture atau pembudidayaan tanaman bunga dan anggrek.

Pemerintah akan membantu petani agar bisa melakukan budidaya anggrek dan beberapa jenis bunga. Hal itu sejalan dengan program pengembangan wisata di Distrik Mokwam.

Baca juga: Kukuh Saptoyudo: Pupuk Jadi Faktor Penyebab Tidak Maksimalnya Produk Pertanian di Manokwari

Baca juga: Hermus Indou Siap Terapkan Pertanian Modern untuk Maksimalkan Potensi Lahan di Manokwari

"Anggrek dan bunga yang tumbuh di wilayah Distrik Mokwam cukup langka dan bagus-bagus. punya nilai ekonomi yang tinggi," ungkap Kukuh Saptoyudo saat diwawancarai wartawan di Manokwari, Minggu (25/2/2024).

Menurut dia, bunga dan anggrek perlu dibudidaya sehingga hasilnya bisa dijual ke luar daerah.

Ia menyebut, tanaman asli dari alam Papua untuk dibawa keluar perlu izin dari pemerintah.

Tetapi, izin tidak diperlukan untuk pengiriman ke luar daerah bagi tanaman hasil budidaya.

Diakuinya, anggrek  pernah dikembangkan di Mokwam pada 2014,  namun belum ada keterpaduan antar OPD lain. Sehingga, budidaya anggrek di Distrik Mokwam belum maksimal.

"Tapi sekarang bupati sudah tetapkan Mokwam sebagai destinasi wisata unggulan, sehingga OPD-OPD lebih terpadu. Jadi budidaya anggrek ini akan tematik dengan program peningkatan wisata,” urainya.

Selain itu, lanjut dia, Pemda Manokwari pernah membuat survei dengan Universitas Papua (Unipa) untuk meneliti anggrek di Mokwam.

Hasilnya, ada 20 jenis anggrek andemik atau asli Mokwam yang berpotensi dikembangkan.

Ia mengungkapkan, hasil tersebut yang akan ditindak lanjuti untuk dibuatkan budidaya karena anggrek punya pasaran yang cukup bagus.

Terlebih saat ini masih banyak pecinta anggrek yang memburu anggrek-anggrek dari Manokwari.

Bahkan, ucapnya, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Manokwari sudah beberapa kali juara di tingkat nasional. Hal tersebut menunjukan prospek anggrek masih moncer.

“Saya optimis kalau bunga dan anggrek dikembangkan pasarnya masih bagus. Minimal saja, Gereja Katolik kalau menghias pakai bunga asli bukan plastik. Itu juga sudah potensi pasar,” pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved