Senin, 13 April 2026

Berita Mansel

Ini Alasan Pedagang di Oransbari Tak Betah di Pasar Waranggui

"Jadi harapan kami, sebelum memindahkan ulang para pedagang, haru benar-benar dipertimbangkan semua itu," pungkasnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Ini Alasan Pedagang di Oransbari Tak Betah di Pasar Waranggui
TribunPapuaBarat.com//Andika Gumenggilung
PASAR WARANGGUI - Suasana Pasar Rakyat di Distrik Oransbari, Kabupaten Mansel, Minggu (10/3/2024). Para pedagang mengungkapkan alasan tidak betah di Pasar Waranggui. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Pedagang di Distrik Oransbari saat ini lebih memilih bertahan di Pasar Rakyat Oransbari daripada direlokasi ulang ke Pasar Waranggui.

Dari penuturan pedagang, setelah direlokasi ke Pasar Waranggui 2022 silam, pendapatan mereka menurun drastis.

"Kita di sana (Pasar Waranggui) hanya bertahan sekitar enam bulan. Karena memang sepi pembeli," tutur salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, Minggu (10/3/2024).

Baca juga: Bupati Fakfak Untung Tamsil Sebut Pasar Rakyat Thumburuni Segera Diresmikan

Baca juga: Soal Permintaan Tambahan 80 Kios di Pasar Rakyat Ransiki Mansel, Ini Jawaban Agustinus Iba 

Adapun kata pedagang tersebut, apabila Pemkab Mansel memiliki wacana untuk melakukan relokasi ulang para pedagang ke Pasar Waranggui, harus memperhatikan beberapa hal, sehingga kejadian di 2022 lalu tidak terulang kembali.

"Di sana harus ada pemukiman warga duluh. Karena kalau tidak ada, siapa yang mau beli?" ucapnya.

Kemudian dikatakannya, harus ada Terminal di area Pasar Waranggui sehingga ramai.

"2022 lalu, sudah ada petugas yang jaga di depan jalan, sehingga kendaraan angkutan umum yang lewat Oransbari, diarahkan lewat Pasar Waranggui. Tapi itu cuma bertahan sebentar saja. Jadi kalau bisa di sana memang harus ada Terminal," ungkapnya.

Selain jarak yang jauh, ia mengeluhkan masih banyak kios yang ikut berjualan sayur.

"Yang masalah juga di 2022 lalu, area pasar jauh dari pemukiman kemudian banyak kios di pusat Oransbari yang ikut jualan sayur, jadi otomatis pembeli tidak mau lagi ke pasar karena sudah ada yang dekat. Imbasnya pedagang yang direlokasi itu yang sayurnya tidak laku," imbuhnya.

"Jadi harapan kami, sebelum memindahkan ulang para pedagang, haru benar-benar dipertimbangkan semua itu," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved