Rabu, 20 Mei 2026

Bantaran Kali Wosi Kerap Banjir, Ini Solusi yang Ditawarkan Bupati Manokwari

Hermus Indou menyebut sistem drainase di Kabupaten Manokwari masih berskala sekunder atau berkapasitas kecil.

Tayang:
zoom-inlihat foto Bantaran Kali Wosi Kerap Banjir, Ini Solusi yang Ditawarkan Bupati Manokwari
TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
Bupati Manokwari, Hermus Indou,diwawancarai di Manokwari, Selasa (19/3/2024). Ia mengaku, Pemda segera menangani genangan air yang meluap ke pemukiman warga di sekitar bantaran Kali Wosi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Perumahan di bantaran Kali Wosi Manokwari, Papua Barat, kerap banjir saat curah hujan tinggi seperti pada Senin (18/3/2024) malam.

Menanggapi itu, Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan pemerintah daerah segera melakukan penanganan banjir di daerah rawan.

"Kami coba untuk segera tangani terutama titik-titik yang rendah yang memberikan ruang untuk air meluap ke permukiman warga," kata Hermus Indou diwawancarai di Manokwari, Selasa (19/3/2024).

Ia mengaku, Pemda Manokwari sudah secara berkala melakukan penanganan Kali Wosi.

Pada tahun ini, ucapnya, tidak ada alokasi anggaran untuk penanganan Kali Wosi. 

Baca juga: Bekas Galian Tambang Ilegal Dibiarkan Menganga, Johnny Isir Ingatkan Soal Awal Banjir Bandang Wasior

 

Anggaran daerah banyak tercurah untuk agenda nasional Pemilu 2024 dan pembebasan lahan proyek infrastruktur strategis nasional di Manokwari.

Menurut dia, saat ini ada dua titik lokasi di bantaran Kali Wosi yang menjadi fokus penanganan, yakni di kawasan perkembangan Tanimbar dan Maduraja.

"Nanti dua titik ini dulu yang kita coba untuk tingkatkan kapasitas dari taluk kita yang sudah kita bangun," ujar Hermus Indou.

Untuk tujuan jangka panjang, ucapnya, pemerintah daerah akan berupaya memperbaiki sistem drainase atau pembuangan air di Kabupaten Manokwari.

Ia menyebut sistem drainase di Manokwari masih berskala sekunder atau berkapasitas kecil.

Baca juga: Banjir Rendam 2 Kampung di Distrik Tebuni di Teluk Bintuni, 115 Keluarga Terdampak

Sementara sistem drainase berskala besar atau induk belum dimiliki Kabupaten Manokwari.

Tak ayal, jika curah hujan tinggi di Kabupaten Manokwari, saluran drainase tidak cukup kuat menampung debit air yang cukup besar.

"Kita lihat di jalan protokol dari sekitar Jalan Drs. Esau Sesa sampai ke Maruni itu kapasitas drainase kita masih seperti jalan lingkungan," ujar Hermus Indou.

"Kami berharap provinsi dan kabupaten untuk merencanakan kota ini bersama-sama," katanya.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved