Jumat, 10 April 2026

Banjir Rendam 2 Kampung di Distrik Tebuni di Teluk Bintuni, 115 Keluarga Terdampak

BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Teluk Bintuni, ucap Lasarus Patiran, segera meninjau titik-titik yang mengakibatkan banjir.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Randy Rumbia | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto Banjir Rendam 2 Kampung di Distrik Tebuni di Teluk Bintuni, 115 Keluarga Terdampak
TribunPapuaBarat.Com/Randy Rumbia
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Teluk Bintuni, Lasarus Patiran, memantau banjir di Kampung Bangun Mulia dan Kampung Bangun Harjo, Distrik Tebuni, Teluk Bintuni, Papua Barat, Minggu (21/01/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Banjir merendam Kampung Bangun Mulia dan Kampung Bangun Harjo, Distrik Tebuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Dari informasi yang diperoleh TribunPapuaBarat.com, banjir itu terjadi sejak Sabtu (20/1/2024) malam.

Banjir di dua kampung di Distrik Tebuni mengakibatkan 115 kepala keluaga terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Teluk Bintuni mengatakan banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dalam beberapa terakhir.

Beberapa anak sungai di Distrik Tebuni pun meluap.

Baca juga: BMKG Prediksikan Potensi Banjir di Sejumlah Kabupaten se-Papua Barat, Ini Daerahnya

 

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Teluk Bintuni, Lasarus Patiran, menyebut BPBD terus memantau ratusan keluarga yang terdampak banjir Distrik Tebuni.

BPBD akan mendatakan keluarga terdampak sebelum menyalurkan bantuan.

"Penyaluran logistik dilakukan sore ini (Minggu, 21/1/2024) atau besok pagi (Senin, 22/1/2024)," ujar Lasarus Patiran kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (21/01/2024).

BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Teluk Bintuni, ucapnya, segera meninjau titik-titik yang mengakibatkan banjir.

Baca juga: Penanganan Banjir Sorong Capai Rp 45 M, PUPR Papua Barat Minta Warga Setop Buang Sampah Sembarangan

Kepala Kampung Bangun Mulia, Suyadi, menyebut ketinggian banjir sebahu orang dewasa.

Air berasal dari luapan Sungai Tabaka dan Sungai Wasia.

Selain merendam permukiman warga, ucapnya, banjir pun merendam perkebunan masyarakat.

"Kerugian akibat kerusakan di kebun-kebun warga diperkirakan mencapai Rp 100 juta," kata Suyadi.

Menurutnya, banjir yang paling parah terjadi pada 2022. Saat itu, dalam seminggu bisa terjadi dua kali banjir.

Ia mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni menormalisasi sungai agar Kampung Bangun Mulia dan Kampung Bangun Harjo tidak menjadi langganan banjir.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved