Minggu, 12 April 2026

Berita Fakfak

Disbun Fakfak Kirim 2 Petani Kopi ke Malang

Lanjut dia, kegiatan itu berlangsung berkat adanya komunikasi yang baik dan intens dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Malang.

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Disbun Fakfak Kirim 2 Petani Kopi ke Malang
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
PETANI KOPI - Ketua Kelompok Weweb Kampung Lusiperi, Markus Rohrohmana dan Ketua Kelompok Srur Tuni, Kampung Mbahammayoun Distrik Kramongmongga siap diberangkatkan untuk menuju Malang Jawa Timur. Mereka berdua akan belajar budidaya tanaman kopi, Senin (25/3/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Fakfak kirim dua petani kopi ke Malang, Jawa Timur.

Plt Kepala Disbun Fakfak Widhi Asmorojati mengatakan, tujuan dikirimnya dua petani kopi itu untuk belajar budidaya tanaman kopi.

"Ini sebagai upaya yang dilakukan Disbun untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis perkebunan kopi, terutama petani kopi asli Fakfak," kata Widhi saat diwawancarai TribunPapuaBarat, Senin (25/3/2024).

Baca juga: Terpikat Rasa Kopi Anggi, Harvick Hasnul Qolbi Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kualitas

Baca juga: Kopi Hari Bersama Komitmen Pasarkan Kopi Fakfak Papua Barat

Dikatakan Widhi Asmorojati, dua petani yang dikirim ke Malang, Jawa Timur tersebut merupakan ketua kelompok petani kopi.

"Mereka adalah Bapak Markus Rohrohmana Ketua Kelompok Weweb Kampung Lusiperi dan Bapak Vitalis Tanggahma sebagai Ketua Kelompok Srur Tuni, Kampung Mbahammayoun Kramongmongga," ungkapnya.

Lanjut dia, kegiatan itu berlangsung berkat adanya komunikasi yang baik dan intens dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Malang.

"Karena bertepatan pula dengan adanya pelatihan tematik pengembangan kelembagaan petani perkebunan Kopi berbasis korporasi yang diselenggarakan di BBPP Malang selama seminggu," jelasnya.

Sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati menyampaikan terimakasih kepada Pihak BBPP Ketindan Malang.

"Karena sebelumnya telah mendukung biaya sepenuhnya untuk kehadiran pekebun kopi Fakfak di Malang," tuturnya.

Widhi Asmorojati menyebutkan, BBPP Kerinduan Malang merupakan yang pertama dari kelembagaan di luar daerah dengan sangat antusias membiayai kegiatan ini.

"Melalui kesempatan pelatihan dan ketrampilan yang baik ini, kelompok pekebun dapat memahami secara baik teknik budidaya tanaman perkebunan yang tepat dan berkelanjutan," sambungnya.

Selain itu, mereka diharapkan mampu memaksimalkan potensi untuk menunjang kebun kopi yang telah ditanam dan akan berproduksi maksimal dengan mutu yang bagus.

"Termasuk cara penanganan yang tepat dalam permasalahan budidaya tanaman perkebunan ini jika nanti terdapat kendala hama dan penyakit di kebun mereka," paparnya.

Terakhir, Widhi Asmorojati berharap para pekebun kopi ini, dapat belajar dengan serius agar memahami secara mendalam cara budidaya kopi yang benar.

"Sehingga nantinya tanaman perkebunan ini bisa lebih eksis di Fakfak dan menjadi salah satu komoditi andalan daerah serta membuka peluang usaha yang lebih menjanjikan," harap Widhi Asmorojati.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved